AKU tak tuli,anak’ku…

apa yang akan aku tulis ini. semua dari kegundahan pada hatiku,lalu berkecamuklah pada pikiranku,lalu terlempar jiwaku pada kekosongan diri
aku tahu akan menjadi tak mengenakan bagimu dan bagiku. pada peperangan dalam diriku ini.
aku ingin menulis pada secarik kertasmu.
agar tercurah apa yang ada didalam benakku. lalu,bagaimana akan berbuah dan menjadi ranum lalu menebarkan wanginya.? bila beribu anak panah beracun menghujam tepat ditengah-tengah dadaku,lalu terkulai lemas, dan mati………

Tidak..!
aku harus melawan kegundahan pada diriku terutama pada pikiranku. agar tak menjadi mati cahayanya pada hatiku.atau ia redup dan padam,lantas meninggalkan gelap gulita pada jiwaku.
aku harus cepat bangkit. sebelum malam berganti fajar menyingsing.dimana terbangun jiwa-jiwa menghadap pada cahayaNya melalui doa-doa cinta

” Tuhan tolonglah aku,dimana hari ini jatuh hatiku pada kumbangan penuh dengan lumpur hitam pekat.”
” berteriak aku padaMU.” kataku pada malam ini
” Aku tak tuli anak’ku.”
” bedoalah dengan suara lemah dan lembut.walau kau datang hanya dengan doa pada hatimu dan rasamu.Aku selalu mendengarkan kau berdoa pada sejadah terhampar dilantai rumahmu itu.”
” atau kau berdiam dan duduk pada beranda halaman rumahmu.atau kau sedang berjalan ditengah keramaian,Aku selalu mendengarkanmu dalam doa-doamu,anak’ku.”
” karena Aku tak jauh darimu. Aku sangat dekat pada urat lehermu.”

terdiam aku
tersirat sudah kata-katamu pada doa-doa malam ini

langitjiwa………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s