titik-titik malam ( III )

setelah melewati tiga lampu merah dan empat kelokan jalan, ia mulai menepuk pundakku.aku tersontak kaget.cepatku injak rem sepeda motorku.
“cukup..,sampai disini saja.nanti biar aku lanjutkan perjalananku.dimana diujung gang itu tempat tinggalku.kalau kau ada waktu aku tunggu kau ditempat kita biasa bertemu,karena aku ingin bertemumu untuk terakhir kalinya.” ucapmu
sejenak aku terdiam dan meraba-raba kepada hatiku. apa yang hendak ia katakan padaku pada malam nanti..? ah..sudahlah biarkan ia yang membuka semua cerita nanti malam itu,aku tak mau berandai-andai apa yang nanti hendak ia akan katakan padaku..? aku hanya ibarat pintu baginya dimana kunci dalam genggamannya. terbuka sebuah pintu oleh kuncinya. dimana semua rahasia relung bathinnya hanya dia yang akan membukanya,tak apa akan kubiarkan semua cerita mengalir dan berlabuh pada hatiku. karena aku ingin mengetahui siapa dia yang sebenernya..?

sosok yang begitu misterius bagiku,walau kau datang dengan tiba-tiba,kembali kau pulang pun aku hanya mengetahui pada ujung gang jalan itu.
setelah itu kau menghilang dengan cepat,hanya meninggalkan sebuah jejak-jejak pada pikiranku.
” hmm..iya, aku tunggu kau pada malam ini.’ kata-kata mengalir pada rasaku dan berdiam ia pada matahatiku.

rembulan menyinari tapak-tapak jejak langkahku,melewati aku pada lorong-lorong gang. terlihat asyik sekali kau pak tua dengan lantunan lagu keroncong mendayu-dayu,sesekali kau menembangkan sebait kata-kata dengan bahasa rasamu. ” le,manusia itu bagai bayang-bayang,dimana ia bediam pada bayang-bayang itu sendiri, kemanapun kau berlari,bersembunyi,berdiam kau pada dasar samudera lautan kau akan tetap menjadi bayang-bayangNya.maka jalani saja hidup dengan iramanya sendiri dimana akan indah tercipta dari lantunan lagu-lagu pada jiwamu.”

ah…! kata-kata mengalir menghujam telak pada keakuanku masih banyak keakuanku yang begitu gelap.dimana aku berdosa pada keakuanku..? masih terlalu banyak yang harus kubenahi pada diriku dan pada kedirianku.setiap kali mengingat kata -kata bijak,aku menjadi seorang yang penuh cinta dan kasih. begitu hilang kata-katanya,menjelma aku menjadi raja setan dimana berpesta pora aku pada sekumpulan dewa-dewa mabuk.tak peduli siapa aku dan siapa kau…..
berlari jiwaku mencari kata-kata tobat pada altar pengampunan dosa,merayap aku pada kegelapan hatiku. mengali aku pada tanah bumi untuk mencari doa yang hilang…..
cukup..! cukup..!
biarkan aku berjalan agar sampai pada tujuanku,dimana janji unutk menemuimu pada titik-titk malam ini.berkeringat dingin pada diriku,bergetar pada pancainderaku.
cepat kulangkahkan kaki untuk segera menemuimu,bang.”

ternyata kau sudah berada di warung kopi tepat diujung jalan itu dibawah lampu mercury.
melihat kau padaku dengan sedikit senyummu menghiasi pada malam bersama bintang dan bulan.
” kenapa wajahmu terlihat sekali pucat..!?” tanyamu
” ah..! tidak!? aku lelah saja dan letih sehabis berjalan untuk menemuimu disini.”
” tetapi terlihat sekali pucat yang menampakan pada wajahmu itu,tak seperti pucat pada wajah-wajah yang dilanda ketakutan oleh bajingan-bajingan tengik yang meneror korbannya.!?”
” benar aku tidak apa-apa dan aku baik-baik saja.” jawabku
” kalau begitu baiklah, mau pesan apa kau..!?”tanyanya padaku
” seperti biasanya saja,bang.”
” iya,sengaja aku mengundangmu malam ini.karena aku akan mengucapkan kata perpisahan kepadamu,dimana sudah saatnya aku akan kembali pada tanah kelahiranku. sudah sangat rindu aku akan ketenangan,yang selama ini telah hilang pada jiwaku,dimana aku dapat menikmati kicau burung-burung prenjak sawah,terdengar suaranya mengaliri pada otak dan pikiranku. melihat padi menguning ditemaninya oleh petani-petani setia setiap pagi dan kembali pulang pada sore hari. dan aku sudah tak sabar untuk memeras susu sapi yang dimana sudah cukup lama aku tinggalkan sapi kesayanganku itu. bagaimana yach bentuk badannya sekarang.? pasti sudah gemuk dan padat dagingnya.”

aku mendengarkan kau bercerita,aku merasakan betapa kau rindu akan tanah kelahiranmu. dimana berjuta kisahnya telah kau tinggalkan selama ini.wajahmu tak seperti biasanya,ada pancaran sinar kasih menyeruak dari dalam bathinmu.

bersambung……

Iklan

3 thoughts on “titik-titik malam ( III )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s