“malam ini ku’tak mau ternoda kata-katamu…..”

kamu tahu,malam sudah beranjak melewati titik tengah pada jam dindingku dimana sudah terlewati jam dua belas malam.secangkir kopi dan sebatang rokok penghabisan dimana sangat terasa begitu nikmat bila rokok terakhir akan terhisap pada bibirku ini.
ah..sekali lagi memang sudah nasibmu untuk kubakar dan kuhisap dalam-dalam lalu melewati gorong-gorong tengorokanku,dimana terdiam pada jantungku,lalu akhirnya penyakit batuk-batuk melanda bak suara lantang pada sepi malam,dimana terdengar sangat jelas pada ruang kamar bercat hijauku ini

kembali membuka halaman buku tertulis tentang dirimu,dimana tertulis kata-kata hadir pada malam ini,dia datang dari sinar rembulan,berdiam pada langit-langit jiwamu.oh..mencari kamu pada kata-kata..? yach akan ‘kucoba untuk menyelaminya,walau sedikit keahlianku dalam menghayati kata-kata tercipta darimu. sedikit aku mencoba menghayati,menyelami,dan menatap kata-kata itu dengan keberanian pada diriku,sedikit bergemetar perlahan kubuka lembaran pertama bukumu itu.
hmm…satu kali kubaca dua kali kubaca tiga kali kubaca,silau mataku dan mata bathinku……
kamu mau tahu kenapa..? karena jiwa dan hatiku terbawa pusaran kata-kata cintamu, gila…! kalau itu sempat terbawanya jiwa dan hatiku tinggalah ini tubuh tak bertuan. ” kalau begitu tunggu aku..!?aku akan menyiapkan diriku untuk memasuki halaman lembar kedua dari bukumu itu.

tapi,sayangku…..
malam sudah larut,nanti aku lanjutkan kembali mengembara pada kata-katamu.
atau kusiapkan terlebih dahulu bekal buat mengisi perut dan tentu bekal doa-doa dari dukun diseberang desaku. dimana tersohor dengan mantra-mantra terucap sekali nyata. jangan takut ,sayangku. itu hanya buat bekal pada diriku agar terjaga dari bromocorah-bromocorah yang dimana selalu mengusik ketenangan para penduduk desa. kamu mau tahu..? mereka punya badan dimana terhias tato bagai batik solo tercipta,tapi yang ini lain sekali tak indah dan tak sedap dipandang tato tercipta tak beraturan dimana bunga mawar suram warna merahnya terhias pada betis kanannya,pada betis kirinya tertulis tanggal masuk dan keluar dari penjara kehidupan dimana tertangkap salah satu dari mereka mencuri celana jeans haji baba, terkutuklah ia oleh sumpah serapah doa-doa haji Baba, atau bisa juga ia kuwalat mengondol celana kesayangan si’imam masjid itu.
sayangku…..
aku mohon pamit memohon diri dari sepi malam ini,dan kututup kembali bukumu agar terjaga kesucian kata-katamu,aku tak mau terjatuhi oleh noda-noda dosa tercipta dari cicak di dinding pada langit-langit kamarku pada lembaran kata-kata tercipta darimu.
” permisi dan selamat malam,sayangku.!?”

langitjiwa……….

5 thoughts on ““malam ini ku’tak mau ternoda kata-katamu…..”

  1. nah…skrg jgn terjebak pada teknik bercerita yg tidak terjaga…coba tidak semua diksi pada semua teknik bercerita. atau tepatnya tekik bercerita memiliki kedekatan tersendiri pada kata-kata yang berada di sekitarnya. Trus kencangkan pada pemakaian tanda baca. setelah menulis, cpba suarakan. bunyikan, pasti akan terasa. dimana butuh penekanan, dimana butuh kendali.ok bos? seep…semangat!

    okay..! makasih atas koreksinya,akan saya coba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s