kenek metromini dan pedagang gorengan menjadi saksi dua anak manusia…”

menunggumu…..
disimpang jalan ini
hati gelisah tak menentu
berlari ia kesana kemari
hanya untuk melepas rindu

kau lirik jam tangan putarannya
seperti mengaduk-aduk jiwamu
menantimu dengan wajah berseri-seri
tersisir rapih rambutmu
bergelombang bagai samudera lautan rambutmu itu
hitam ikal dan bercahaya

sesekali kauhisap rokok
asap melayang menembus cakrawala
dimana rasa rindu sudah memuncak
sesekali kaurapihkan bajumu
berwarna merah menyala
seperti semangatku saat ini

tak lupa kau memakai celana kesukaanmu
jeans belel dimana sudah banyak
tambal sulam seperti kehidupanmu

setelah sekian lama penantian
akhirnya datang juga kamu
dari jauh tampak terlihat senyum
menghias lesung pipimu
” begitu indah Tuhan menciptakan mahkluknya.”gumam dalam hatimu

terurai rambutmu diterpa angin senja ini
tercium wangi menyeruak
masuk ia kedalam peredaran darah
panas dingin dibuatnya badan ini

mari…,dik
peluk pinggangku erat-erat,jangan sampai kau terlepas
terbawa angin dan menghilang begitu saja.
aku tak mau kau hilang dariku….,
sudah cukup membuat hati gundah,mencarimu..
pada desamu,siapa tahu kau ada disana sedang menikmati padi menguning
lalu,kutelusuri diujung gang itu dimana kau menghabiskan senja dengan melihat bocah-bocah memainkan lagu cinta.lalu akupun mencarimu pada kata-kataku.dimana biasanya kau duduk menyendiri agar kau lebur dengan kata-kata yang tercipta

” mas,dari tadi aku sudah siap untuk kau bawa aku pada malam minggu ini,dan apa yang sedang kau lamunkan..?”
” tidak,dik…”
” aku hanya takut kau menghilang dariku lagi,maka mau kau terima lamaranku..?”
tukang gorenganpun tersenyum malu-malu,mendengar juga dia rupanya
dimana dua anak manusia mengikat janji pada malam ini….
terdengar teriakan sang kenek metromini,
” dua cinta telah menyatu…dua cinta telah menyatu..”

satu bis penumpang metromini berhaburan keluar,
untuk menyalami dua anak manusia………………

langitjiwa…………….

Iklan

4 thoughts on “kenek metromini dan pedagang gorengan menjadi saksi dua anak manusia…”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s