kisah kau dan aku di bis kota itu

hiruk pikuk kendaraan,berlalu lalang mewarnai kisah kotaku
sedikit cepat melangkah ini kaki meloncat pada anak tangga bismu
duduk dibangku belakang,terkenang masa kita dulu
dimana berkeliling kota bernaik bis,sambil kita membolos,hanya untuk meluangkan waktu bersama
datang laki-laki dengan berjaket hitam,mendorong kau hingga terjatuh kawannya secepat kilat menyambar dompetmu….
cepat kita bersama berteriak ” copet…copet…!!!”
jatuh sang copet pada lantai kehidupan,dihajar berpuluh tinju penuh angkara murka
hidungnya yang mancung,menjadi tak indah dipandang mata,bengkak bagai buah jambu monyet
wajah gantengnya hilang tertutupi noda darah,hanya untuk sesuap nasi
berserakan buku-buku kita dimana terlihat nilai matematika kita dengan bulatan dengan tinta merah
dimana pak pengat mengajar dengan bertampang muka seram,tapi kita tahu ia berhati lembut
ah….! rokmu terkoyak,tapi jangan kau katakan hatimu pun ikut terkoyak
saat menyampaikan kata cinta pada duda keren.dimana ternyata ia pembual besar juga berderet daftar nama-nama pacarnya. sudahlah…lupakan laki-laki itu bukan dia saja,masih banyak laki-laki yang mendampakan cintamu.
tersadar copet terkulai tanpa daya,nafas tersengal-sengal kata ampun terucap.
” ampun..bang.!? saya tak akan mengulangi lagi.”
” ini hanya tuntutan perut,beginilah jadinya bila pabrik saya berkerja bangkrut,dimana si’boss berperut buncit minggat ke kampung halamannya,ditelantarkanya saya beserta teman-teman saya.”
polisi hanya mengawasi dan mendengar sang copet curhat kepada berpuluh massa.
usai ia curhat,tanganpun diborgol belenggu kebebasan hidup.tak bisa ia bermain-main dengan sayap-sayap kehidupannya.bersangkar besi beratap moga-moga cepat keluar dan diberi hukuman ringan.
mukamu pucat,sudahlah yang penting uang SPP tetap aman dan tak diambil oleh sang copet.
cepat kita turun bersama dari bis kota,tak lupa mampir kewarung untuk ku belikan sebotol air mineral dimana tercurah dari lereng pegunungan.
kisah ini tetap akan kukenang antara kau dan aku
” mas beli rokoknya satu bungkus.”
lalu kuambil dompetku pada saku celana jeansku
” loh..!??? koq gak ada..!???????”

langitjiwa…………………………..

3 thoughts on “kisah kau dan aku di bis kota itu

  1. hore…..
    aku jadi orang perttma yang nulis koment disini…
    seneng banget..
    akhirnya cita2ku tercapai..
    hehehehe
    jangan lupoa mampir tempatku ya…

    hore..juga aku senang dapat berkenalan dgnmu kawan,aku sudah menluncur keblogmu itu,iya aku juga mau link blogmu…

    salamku,
    alngitjiwa…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s