Sajak Dangdut

Malam semakin mengila

Bergetar dada laki-laki itu.
Rancak lagu terdengar.
Basah badan oleh peluh.
Hanyut jiwanya tersapu oleh goyang pantat Sang Biduan.

Hatinya tertusuk pada kerling matanya.

Malam semakin mengila
Bunyi gendang bertalu-talu
Menjadikannya lautan surga dunia.

Teriakan Sang Biduan
Bangkitkan hasrat mengelora
” Ayo,mang! Goyang terus..!”

” Terus..!
” Terus..!

Goyang mencapai puncaknya.
Berpuluh pantat bergoyang kekanan kekiri.

Duniapun terbelah,
Oleh goyang patah-patah.

Gelombang lautan mengila,
Dihajar goyang ngebor.

Trio macan
Mengetarkan jagad raya

Sampai pagi..
Sampai pagi..
laki-laki itu
Hanyut,
Dan,
Hilang…

Tersadar ia pagi itu
Hanya celana kolor berwarna merah.
Menghiasi tubuh kecilnya.
Tato singanya pun mengigil kedinginan.

Samar-samar terdengar desah suara Sang Biduan
” Ayo Mang,goyang lagi.”

Sebelum ia kembali bergoyang.
Antara sadar dan tidak
Terdengar hentakan suara yang mengelegar.
Memekakan gendang telinganya.
” Terlalu !”

Samar-samar terlihat dari kedua bola matanya,
Seorang laki-laki berjubah putih berikat kain surban.
Tersentak laki-laki itu!

Sebelum ia mencapai titik kesadaran jiwanya.
kata-kata itu kembali menghentak dirinya;
“Terlalu !”

” Siapakah dia!”
” Siapakah dia!” Teriak laki-laki itu

Berlari ia secepat kilat.
Terus ia berlari….
Tato singanya pun hilang entah kemana

Sang raja dangdut pun terus mengejar

Bandara Juanda.Maret.2008
langitjiwa……….

4 thoughts on “Sajak Dangdut

  1. wah, mas jiwa ternyata memang punya jiwa penyair. sejenak menyelami puisi ini (dalam kaca mata pandang saya), ada rasa ingin meronta, jauh menembus kemapanan. wah, dalem banget mas..

    salam,
    TB

    wah..saya senang sekali.mas TB udh berkunjung keblog saya
    betul mas,ingin meronta tapi apa daya.
    meronta lewat kata-kata tertulis saja,mas.

  2. baca tulisan ini jadi inget dewi persik. mendengar dia berkomentar masalah pencekalannya bikin pusing kepala. kapan Mas Paundra ‘menghajar’ goyang erotis dengan tulisan seperti Taufik Ismail ‘menembak’ pemerintah dengan gurindam.

    hahaha..iya bang,saya baca koran hari ini dewi persik di cekal di tangerang dan rekan2 sesama artir dangdut pun memberi komentar beragam.nanti bang saya mau cari wangsit dulu biar ‘membelai’ dewi persik lebih indah…hehehe..
    selamat pagi,bang maskun senang sdh berkunjung keblog saya lagi…

    salamku,
    langitjiwa……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s