Arsip untuk Uncategorized kategori

Maafkan Aku

Posted in Uncategorized on 18 September 2008 by langitjiwa

Ketika sajadah terhampar pada tanah bumiMu
malu,aku malu
Melihat diri compang camping,terbakar jiwaku oleh dusta
dusta yang menikamku pada sebuah cinta.
MencintaiMu,untuk menuju pada alam JabarutMu

Bersila,melipat kedua kakiku pada bibir malamMU.
Melihat diri pada cahaya sinar rembulan,
terlihat aku pada wajahNya.
Diriku hilang,dan pada akhirnya padam,
oleh kekuatan dosa tercipta.

MencintaiMU,
harus mengali rasa pada jiwaku.
Agar mata air Cinta tercurah dari laku mujahadah.

Membanting jasad
Mefakirkan ingsun
karena aku tahu diri,
Aku ini hanya jonggosMU Ya TUhanku.
belum,
belum,aku menjadi hambaMU.apalagi menjadi abdimU
karena diantara jiwa dan hati masih ada dusta

Dusta pada jiwaku
Dutsa pada hatiku
Dan juga dusta pada Cintaku.

Setelah itu aku pun bertobat padaMU
menghadapkan wajahku pada wajahMU

Bersiap aku untuk menunaikan shalat isya
Dengan penuh tata krama aku berdiri dihamparan sejadah bergambar kabah.
Tak berapa lama selesai sudah kewajiban untuk malam ini
tak lupa sebelum kuberanjak,
aku berdzikir kepadaMU
samar-samar terdengar suara si’upik menangis
minta buah alpukat kesukaannya.
Tak khusyu hati ini dibuatnya
semakin lama aku mempercepat gerakan dzikirku
semakin cepat pula gambaran alpukat mengejar pada hati dan ingatanku
tanpa kusadari terucap dari bibir ini;
alpukat..
alpukat..
alpukat..
hilang rasa kesadaran diri ini
hanya tertuju pada buah alpukat.
Barokah malam ini luput sudah.
Gara-gara buah alpukat sialan itu!

Malam ini aku mendusta lagi padaMU,Yaa TUhanku.

Tuhan,maafkan aku.
yang selalu membuat Engkau tersenyum.
karena aku sadar,Yaa TUhanku
karena tiada yang lain,selain Engkau yang membimbingku
Karena Engkau meliputi diriku.dimana pun aku berada.
Dengan CintaMU!

Selamat malam.

l a n g i t j i w a

Kepada Tuanku

Posted in samudera kata-kata : on 16 September 2008 by langitjiwa

dukamu
dukaku
duka kita bersama

airmata habis sudah
kering pada jiwa
tandus pada hati

Ketika sebuah tragedi pasuruan membuat jiwaku terhenyak hilang entah kemana. Kesadaran pada diriku lepas.
Apa yang telah terjadi saat pembagian zakat itu,
begitu hebatnya antrian,sampai pada akhirnya kematian yang menjemput,tepat di bulan Ramadahan ini. Melihat seorang ibu tua berusaha menahan beban ratusan tubuh yang lambat laun menghimpit tubuh kecilnya,aku membayangi bila sang Ibu itu sedang melaksanakan ibadah puasa di bulan Mulia ini.
otomatis tenaga yang ada akan berkurang.
atau sang ibu sedang mengalami suatu penyakit sesak nafas atau penyakit yang sangat rentan pada seusia ibu-ibu tua ini.

Atau seandainya bila kordinasinya teratur tidak mungikn akan terjadi tragedi itu. Aku tak mau seandainya,seandainya dan seandainya!

Karena takdir sudah terjadi.
keputusan sang Pencipta telah final pada hari itu,pada jam itu,pada detik itu juga.
lalu,kemana saja hikmah dan pelajaran yang didapat oleh pemerintah sekarang ini?apa tidak berkaca pada kejadian-kejadian yang telah lalu.

21 korban telah meninggal,menuju Sang Khalik.
menuju pada keabadaian CintaNYa.
berlayar di bulan RamadahanNYa.

Setelah itu kemana saja dari hari-hari yang lalu wahai Tuan Penguasa?
apa bila sudah jatuh korban sebanyak ini,baru engkau mengistruksikan para pejabat-pejabat yang berwenang untuk menyusun kembali bagaimana memberi zakat yang baik dan benar bagi para pemberi zakat oleh kaum yang berada.
lalu,kemana saja selama ini engkau Tuanku?
Bukankah Tuhan sudah memberi tanda-tandanya pada Tuanku?
Atau Tuan lalai,dan mengabaikan isyarat Tuhan,yang Tuhan beri pada hati Tuan?
lalu,bagaimana bisa sampai Tuan tidak bisa membaca arti dari kejadian yang Tuhan beri pada saat-saat yang lalu?
apa hati Tuan telah berlari,
meninggalkan sangkar pada jiwa Tuan?

kepekaan pada kedalaman hati Tuan,di uji oleh Tuhan Semesta Alam.
untuk melihat tanda-tanda yang Ia berikan,
agar Tuan lebih memperhatikan nasib berjuta rakyatmu.

Sudahlah Tuan,
aku hanya ingin mengucapkan selamat malam bagimu.
doaku semoga engkau baik-baik selalu.

selamat malam,Tuanku.

aku,
rakyatmu.

Tafakur II

Posted in Uncategorized on 25 Agustus 2008 by langitjiwa

aku hanya mahkluk yang berada di harokat alifMu
harokat tak ada
hanya AlifMu.

aku pun hilang

yang nampak hanya
WajahMU

l an g i t j i w a

Coretanku

Posted in Uncategorized on 19 Agustus 2008 by langitjiwa

hai…,neng!
sudah larut malam,belumkah kamu pulang?
si upik menunggumu,di depan pintu pengharapan.
sudah berapa yang kau dapat malam ini.
tak cukupkah dengan tamu yang datang malam ini
jangan kau biarkan tubuh indahmu di grogoti oleh angin malam
biarkan para pencari nikmat birahi malam ini untuk belajar tirakat,
untuk menahan hasrat mengila.

pulanglah,neng!

rebahkan dirimu,nikmati malam istirahatmu
dan,
bermimpilah dengan indah
biarkan dirimu bermain dengan mimpi-mimpi itu,
jadikan sebuah sketsa didalam ruang mimpimu
untuk kau ciptakan sebuah kisah hidup
dimana kau dan aku sebagian dari skenario cerita yang panjang,
dan kita tak tahu dimana akan berakhir cerita ini.
sudahlah,neng!?
malam semakin larut,sebentar lagi subuh tiba
dimana suara azan akan dilantunkan oleh para kekasih Tuhan.
rokok’ku sudah mulai habis
aku pamit dulu,
selamat malam,neng!
salam buat si upik di rumah,
salam manis dariku.

*warung kopi semampir .feb.2008.

Gendis,

Posted in Sajak, Uncategorized on 18 Juli 2008 by langitjiwa

pukul satu malam,
masih kau bercengkrama pada ruang katamu,
kalau kau ijinkan,
biarkan aku menjadi mata bulan yang selalu menerangi kata-kata sajakmu
setelah itu biarkan aku untuk membacanya dengan rasa pada jiwa dan hatiku,
hingga jiwa dan hatiku menuju pada lembah hakekat kata-katamu!

l a n g i t j i w a

Sebuah Catatan Laki-Laki Malam

Posted in Uncategorized on 15 Juli 2008 by langitjiwa

Kau telah membuat malam ini menjadi gila oleh tarian jiwamu yang menghentak dinding kamar jiwaku.
Jiwaku terbakar habis oleh aroma wangi jiwamu,
menjadi serpihan abu,dan tertiup oleh deru nafasmu
terbang,
melayang,
terjatuh,
pada ranjangmu yang bertabur bunga-bunga melati.
berlomba deru nafas kita yang tersengal-sengal untuk mencapai puncak langit-langit jiwamu,jiwaku.

Dolly,
aroma tubuhmu,menusuk hidungku
menusuk nafsu jiwaku oleh gelombang rasa tarian jiwamu,
rasa yang membuat getaran pada hatiku,dan menjadikan ia berdegub dengan kencang!
semakin bergetar ,bergetar kencang pula tubuhku.
Berjuta peluh jatuh membasahi seluruh tubuhku.
lalu,
aku pun hilang tersapu oleh gelombang rasa jiwamu.

l a n g i t j i w a

Bangkitnya Kesadaran Jiwa Seorang Sahabat ( Tamat )

Posted in Uncategorized on 7 Juli 2008 by langitjiwa

Perjalanan itu terserah dari mana kau ingin memulainya,karena pada akhirnya pada satu titik tujuan pula kau akan sampai.Walau jalan yang kau lalui penuh luka dan juang.
Jalan itu terbentang luas antara Timur dan Barat,mata angin tak akan pernah berubah! Tapi,layar bisa kau kembangkan dan ubah pada kemudi kapal jiwamu.
Berlayarlah,berlayarlah…
Menuju samudera hakikat kehidupan

Hanya dengan kekuatan hati yang ada didalam dasar hatimu itu,yang bisa membawamu mengarungi samuderanya,lalu kau akan berlabuh pada menuju cahaya kehidupanitu. Karena selama ini kekuatan itu hilang dan terbang melayang-layang,bagai seekor burung rajawali terbang mencari cari sangkarnya untuk kembali ia pulang.

kekuatan itu akan tercipta pada rasa kesadaran yang ada pada dirimu,bakar!bakar! saja dengan api yang datang dari kekuatan tekad dan doa!
Biarkan rasa kesadaran itu terbangun dan bangkit dari tidur panjang yang begitu melelahkan jiwa dan hatimu.Dia akan datang menghujam,menikam,membakar.meledakannya dan meluluh lantakan segala keinginan-keinginan yang kau sebut ia dengan rasa sakau itu.

Akan di buatnya kau meronta,berteriak membelah cakrawala angkasa luas, dan berlari-lari dengan ketelanjangan pada jiwamu,kepalamu akan seperti sebuah batu yang kau bentur-benturkan pada dinding-dinding kamar,darah yang akan mengalir,mengalir bersama darah-darah hitam yang ternoda.
Compang camping dirimu bagai orang gila yang sudah terlepas dari cahayanya,bagai bangkai kau berjalan pada tanah bumi.
Mata cekung,tatapan kosong,jiwa melayang,tubuh terbalut kulit,pudar sudah cahaya itu,cahaya jiwamu

Waktu yang akan berbicara pada saatnya,perjuangan dirimu yang akan menjawab segala berjuta-juta teka teki yang selama ini terselubungi pada jiwamu. dimana ia terselubungi oleh kegilaan jiwa yang membuat dirimu menjadi budaknya.
Aku,aku sahabatmu bukan seorang Nabi,aku menyadari ,aku manusia yang dengan segala kekuranganya. Dan apa aku salah bila aku ingin membangkitkan semangat dirimu yang selama ini telah lama ia terbang melayang-layang bagai seekor burung tanpa sangkar?Dimana sangkar itu bagai rumah bagi jiwamu.sebuah sangkar yang tak terkukung oleh cahaya kegelapan,sangkar yang bercahaya yang terpancar dari dalamnya dimana cahaya itu tercipta dari kesadaran dirimu,diterangi oleh cahaya jiwa yang baru. Dan,kau akan bebas untuk memasukinya dan keluar untuk terbang,melayang menikmati kehidupan yang hakiki. Dan dimana kau kembali pulang akan tahu dan tepat letak pintu itu,untuk kau memasukinya kembali,dimana di dalamnya mengalir air kesejukan jiwa.
Karena bila ia gelap,kau tak akan pernah tahu dimana letak pintu itu berada!
dan didalamnya hanya hawa panas yang akan membakar habis jiwamu.Lalu,menjadikan dirimu abu.Tertiup oleh sang angin dan hilang dengan sekejap,tanpa ada pernah bekasnya……

Dan,aku ingin kau dan aku selalu bersama-sama dalam duka dan suka,saling mengisi,saling memberi,walau aku tak bisa memberimu apa-apa. Hanya dengan kata-kata ini yang aku bisa berbagi denganmu,dia akan lebih berharga daripada harta kekayaan yang kau miliki,dengan rumah mewahmu dengan segala kekayaan harta bendamu.

Tak terasa sudah dua jam aku di depan komputer ini,lalu
jam dinding kamarku sudah menunjukan tepat jam lima subuh.Sebentar lagi kau akan tiba di kota Surabaya ini,sobat.

kupacu sepeda motorku menembus gelap malam jalan ahmad Yani,terus kupacu laju sepeda motorku.
Jl.Basuki Rahmat telah aku lalui,tak lama aku akan tiba di stasiun Pasar Turi.
akhirnya,aku tiba juga di Stasiun Pasar Turi ini,cepat kuparkir sepeda motorku pada sebuah warung angkringan,tempat kita biasa melepas malam untuk menikmati malamnya kota surabaya ini,warung tempat Cak Die.

Segelas kopi satu batang rokok kretek,menemaniku dimana sebentar lagi kau akan tiba pagi ini.

“ngit!”
“ngit!”
Suara itu aku hapal benar,oh..! akhirnya kau tiba,sobat.
Mataku menatap tepat pada wajahmu,tak berkedip.
Cahaya itu,cahaya itu
pada akhirnya menyala-nyala
dan menari-nari pada langit-langit kedua mataku.
Jiwa baru terlahir sudah dimana melalui perjuangan yang tak begitu mudah.
Selamat Datang,sobat!
Selamat datang kembali pada sangkar jiwamu yang baru
dimana didalamnya mengalir air-air kesejukan jiwa.
yang akan selalu mengaliri telaga jiwamu pada setiap langkah kakimu menuju pelabuhan Cahaya kehidupan yang hakiki.

Mata merah
Jiwa melayang
tatapan kosong
hati hampa
terbawa asap setan

( Tulisan ini aku dedekasin buat seorang sahabatku Agus Cibo yang dimana akhirnya kau terbebas dari dunia narkoba. 10 tahun kau berkecimpung didalamnya hingga pada akhirnya kau lelah,lelah bermain-main dengannya ( narkoba ).Hingga hari ini ia hidup berbahagia dengan istri dan dua anaknya dan tinggal di jakarta.Dan langit jiwa masih tetap menjalin silaturahmi dengannya.Sory,tidak terasa airmataku jatuh,sobat! )

Catatan: Dimana ia terbebas dari ketergantungan zat-zat gila itu,tanpa mendatangi tempat-tempat rehabilitas pada ketergantungan Narkotika. Ia melaluinya dengan kekuatan Doa dan perjuangan bathinya sendiri. Dimana akhirnya sebuah sentilan tangan Tuhan mengetuk rasa kesadaran jiwanya,selamat!!!

langitjiwa

  • Photobucket
  • WarungPuisi
  • ">Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
  • "Indonesians’
  • outils webmaster
    alternative media
  • Photobucket
  • Profil Facebook Langitjiwa Andra
  • Photo by: Raraindra Prakasa

    Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket
  • Galeri

    Daily Painters
    Art Gallery
    Contemporary original art for sale by painting a day artists and habitual painters, from the Daily Painters Art Gallery
    contemporary
    original art for sale

    www.dailypainters.com
  • Award From ;Alex

    Photobucket
  • Award Best Influence Blog From; GusTALKS( Semarangreview)

    Photobucket
  • Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.
  • free counter
    free counter
  • ip-location
  • menghitung hari :

    November 2009
    M S S R K J S
    « Okt    
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  
  • pasal 9 ayat : kata-kata

    "....menulis bagiku adalah ungkapan rasa pada jiwa dan hatiku.Dimana ia tersimpan pada langit-langit kesadaran rasa. kata-kata tercipta dari perenungan dan menyelam pada lembah hakekat kata.Walau tertuang dengan kata-kata sederhana.maka aku akan menyelaminya dimana kata-kata menjadi hikmah bagi diriku,walau itu hanya dengan satu kata-kata !" langitjiwa.
  • Cahaya Sajak

    Di bibir malam,kau menyalakan satu batang lilin kerinduan yang kau bakar dari api kata-kata sajak Cintamu Dengan kata-kata sajak cinta darimu telah menjadikan bintang-bintang di angkasa luas dan bulan purnama merah membara,dan terbakar. yang menjadikannya percikan bunga-bunga api kata-kata! Pada malam di hutan waktu yang telah menjadikan kata-kata sajakmu telah terbit dari cahaya jiwamu, dan terbaca pada matahatiku. Dan,menerangi pada ruang hatiku,selamanya! l a n g i t j i w a
  • Moon light
  • qizink la aziva

    ' ada tanda menunggu menjadi waktu'
  • Coretanku

    Berpisah denganmu, bagai mata tak berair pada telaga kerinduanku. Sungguh, terhempas aku pada celah sunyi malam yang tak terobati. l a n g i t j i w a
  • arsip

  • sahabat berkomentar:

    bluethunderheart di TERMINAL KEBERANGKATAN
    meylya di TERMINAL KEBERANGKATAN
    yos di TERMINAL KEBERANGKATAN
    yos di AMELIA
    yos di UNTUK KESEKIAN KALINYA AKU MEN…
    indra1082 di UNTUK KESEKIAN KALINYA AKU MEN…
    kutaraja di AMELIA
    kutaraja di Pukul 7.15 wib
    kutaraja di UNTUK KESEKIAN KALINYA AKU MEN…
    Goresan Sang Langit … di Tiba-Tiba Aku Membunuh Diriku…
    bluethunderheart di UNTUK KESEKIAN KALINYA AKU MEN…
    ASWAN di Jalan Sufi
    Hariez di UNTUK KESEKIAN KALINYA AKU MEN…
    fida salma di UNTUK KESEKIAN KALINYA AKU MEN…
    sunflo di Buku tamu:
  • Selamat Datang

    Terima-Kasih,sudah singgah dirumah kontrakan ini.Bila ingin melanjutkan perjalanan hati-hati di jalan Maya.
  • Subscribe in a reader
  • Brinks Home Security

    Sponsored by: Brinks Home Security
  • nasibmu..

  • kunjungan sahabat:

  • Meta