SAJAK DALAM ANGIN
Beri aku mimpi
bagai seribu lilin,
tak putus-putus nyala
dalam malam-malam dingin
hingga kelam
tak mau lagi berbenah
di kamarku, ruang yang
tak kenal istirah, Maka kami
pun tak habis nyalang,
membuka mata menyanyikan
lagu-lagu riang tentang beribu-ribu
kenangan
tentang rindu yang
tak kenal bayang-bayang
05 Nyanyian
Junjungan. Aku tahu
Apa yang mesti kucintai, Hidup
Tetapi udara yang mesti kuhirup
Gemetar dan lapar
Tak sampai ikut membusuk. Arti
Cumbuan kuntum dan duri
Nyanyian surgawi, pedih
Dunia terancam dan pergi. Letih
Hanya hatiku. Jalan sampai badai
Nyanyi, walau tahu
Tinggal sunyi melambai
Junjungan. Aku tahu
Apa yang mesti kucintai. Hidup
Biar titik makin sayup
YANG JAUH
Seolah hidup harus hidup
kau yang jauh, makin jauh
saja, seakan hanya bayang-
bayang di bawah pohon teduh
Kau hilang dari pemandangan
tapi pula tak mati seperti mimpi.
Adakah yang kautunggu selalu
meskipun hari-hari terus berlalu?
Mungkin petang dan bayang-
bayang musim panas makin
panjang, makin cemas
daun-daun menguning mendekati
musim gugur. Hari makin pendek
saja. Nanti, nantikanlah!