Melapuk mataku membaca gurat-gurat wajah semesta raya
Di sepotong kertas yang menyimpan rahasia tua
Dilantai yang tandus, kutetaskan mimpi-mimpi tentangmu dengan seribu nyanyian
Celupkan tubuhku, rotimu
Minum darahku, anggurmu
Kau kirim bahasa tubuh
Laksana derap langkah kaki-kaki kuda hitam
Kumenerjang sungai
Membelah padang ilalang
Menendang nafsuku
Untuk segera kusentuh puncak tubuhmu yang cendayam
langit, Bangsal 203. 2011