1/ Begitu kabut sehabis percakapan malam ini meninggalkan sisa air hujan mengenang diceruk matamu
2/ Dari balik jendela yang rapuh aku memandangi dua pelepah pisang menjuntai mencium tanah
3/ Ketika ibu memberi lautan jiwa tak habis-habisnya kuberlayar sejauh mata memandang
4/ Di meja makan ini kita tidak sedang membicarakan siapa kamu, siapa aku juga kekasihmu
5/ Gema suaramu berkumandang di dalam dada membangkitkan jiwa panca indera di bulan yang purna pada puasa yang agung
6/ Seperti apa ketika rengkuh tak sampai ? Seperti mengapai timur dan barat. Seperti apa ketika dicintai dan mencintai ? Seperti rambut dibelah tujuh
7/ Inilah kesepian yang berjalan di atas rambutku
ketika kau curi mimpi-mimpiku
Dan juga membunuh doa-doaku
8/ Jeansnya belel, rambutnya gondrong dan tangan kanannya menenteng bulan yang terbelah
9/ Rasaku terikat di jala matamu yang penuh dengan mimpi-mimpi. Lalu, bagaimana akan terbang meraihnya. Dan, kita pun bertengkar di bawah hujan
10/ aku bersujud mencari jawaban pada kaki bumi
Gila, dalem bgt…
:’(