PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA MENULIS PUISI MENGENANG CHAIRIL ANWAR 2011

PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA NULIS PUISI MENGENANG CHAIRIL ANWAR 2011

Sejak diumumkannya lomba sampai penutupan (tanggal 1 s/d 30 April 2011), ada 64 naskah puisi yang dimuat untuk mengikuti lomba. Setelah melalui penilaian yang ketat, juri lomba menetapkan para pemenang lomba sebagai berikut:

Juara 1:

Jun Nizami, dengan puisi berjudul:
AHAD PAGI DALAM ABAD YANG BERLARI

Berhak menerima hadiah: 2 buah buku (antologi puisi-cerpen Phantasy Poetica – Imazonation dan Kumpulan Artikel Ide, Kritik, Kontemplasi) ditambah uang tunai sebesar Rp 250.000,-dan souvenir dari sponsor

Juara 2:

Paundra, dengan puisi berjudul:
PADA DINDING AKU TULIS BEBERAPA KALIMAT YANG PATAH-PATAH

Berhak menerima hadiah: 2 buah buku (antologi puisi-cerpen Phantasy Poetica – Imazonation dan Kumpulan Artikel Ide, Kritik, Kontemplasi) ditambah uang tunai sebesar Rp 150.000,-dan souvenir dari sponsor

Juara 3:
Ganzpecandukata, dengan puisi berjudul:
MADAH ILMU SEPANJANG UMUR, SEDALAM SUMUR

Berhak menerima hadiah: 2 buah buku (antologi puisi-cerpen Phantasy Poetica – Imazonation dan Kumpulan Artikel Ide, Kritik, Kontemplasi) ditambah uang tunai sebesar Rp 100.000,-dan souvenir dari sponsor

Juara Harapan 1:
Ari Nendra, dengan puisi berjudul:
ANGKA

Berhak menerima hadiah: 2 buah buku (antologi puisi-cerpen Phantasy Poetica – Imazonation dan Kumpulan Artikel Ide, Kritik, Kontemplasi) ditambah souvenir dari sponsor

Juara Harapan 2:
Raditya, dengan puisi berjudul:
SETELAH PEMBAKARAN

Berhak menerima hadiah: 2 buah buku (antologi puisi-cerpen Phantasy Poetica – Imazonation dan Kumpulan Artikel Ide, Kritik, Kontemplasi) ditambah souvenir dari sponsor

Catatan *):

Souvenir dari sponsor (standardpen) berupa payung plus produk (ballpoint).

Keputusan juri bersifat mutlak, final, dan tidak ada kesempatan bagi peserta untuk melakukan komplain.

Pengelola mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua peserta lomba. Selamat kepada para pemenang, sedang untuk yang belum berhasil, masih ada kesempatan berikutnya.

Harap kelima pemenang ini segera memberikan alamat lengkap. Pengelola akan mengirimkan hadiah-hadiah tersebut secepatnya.

PADA DINDING AKU TULIS BEBERAPA KALIMAT YANG PATAH-PATAH

SATU,

aku sudah ada yg meminang,dan itu tidak lama lagi aku akan bersuami. Tapi,jangan sekalikali kau lupakan tentang percintaan kita pada yang lalu,yang telah membuat ledakannya mengetarkan semesta raya.

DUA,

Gadis itu membaca buku, sendirian di bawah payung pantai-nya, pura-pura santai, sedangkan jiwanya takut pada kemungkinan tidak pernah menemukan cinta dalam hidupnya.

TIGA,

sebelum aku menjadi abu cium jantungku.

EMPAT,

Hidup ini tanpa arti. Kamu membawa makna untuk itu. Arti hidup adalah apa pun yang kamu menganggap hal itu terjadi. Menjadi hidup adalah makna,apalagi yg kau mau dariku? lelakiku,Kita tidak dapat menyembuhkan penderitaan dunia, tetapi kita dapat memilih untuk hidup dalam sukacita. Aku mecintaimu.

LIMA,

mengingat bangku,mengingat bongkahan pantat kita ( BATAM,ALUNALUN )

ENAM,

kita tersentak tentang percintaan ini yang telah melahirkan bayangbayang.

TUJUH,

bagaimana sakit meninggalkan kau di sini terkubur di dalam batu.

DELAPAN,

Telah meminta kaki untuk segera tiba dan ketuk pintu adalah sebuah tanda,aku ada, yang telah menjadi sketsa yang hidup dari sebatang konte yang kau tarik garisgarisnya pada selembar jantungmu,telah berdiri nyata di depanmu.

SEMBILAN,

telah aku minta jari yang sangat manis dari tanganmu di altar doa,aku meminangmu.

SEPULUH,

mencoba utk mengatakan yang telah tertulis di dalam dada,kepada kau.
tidak ada yang mudah di buncahkan ketika mata berpandang
tinggal sengal di dua senja yang tertinggal untuk saling mengerti.

SEBELAS,

kepada angin yang berbisik pada pukul dua belas malam.

DUABELAS,

katakan kepada ibumu,nak. ayah sedang bertempur di dinginnya malam untuk segera tiba di lengkung alis matanya,katakan kepada ibumu,nak. simpan baikbaik senyum yang tak lekas di atas meja makan pada sisa bulan yang terbelah. katakan kepada ibumu,nak. katakan itu.

TIGABELAS,

dua anak manusia dalam lautan Sang,tentang cinta di dalam Hu

EMPATBELAS,

telah menyesap di dinding jantungku,airmatamu. telah menyusur jauh dan mengalir pada peredaran darahku,rasamu. setelah itu aku terbakar di ubun kepalamu,luruh menjadi abu,di keningmu.

LIMABELAS,

dark chocolate telah meminta kembali,bibirmu

ENAMBELAS,

dua tiga tetes telah menjadi hari yang baru di pagi ini,tentangmu

TUJUHBELAS,

bapakku seorang kuli angkut kata dan ibuku menjahit seribu nasib di rumah kaum langit

DELAPANBELAS,

tuangkan lagi cangkir ini hingga meluap di mana telah meminta kau untuk kembali

SEMBILANBELAS,

tinggal sunyi yang begitu rimbun pada stasiun tak bernama
luruh di kening merambat cepat ke jantung
pada ucap sepatah dua tiga patah kata: inginkan kau gairah hidupku

DUAPULUH,

tetes air keran yang tak tertutup rapat dan jug atetes airmata saling sahut di tik tok jam dinding. aku wanitamu angin yang berbisik pada dinding telingamu; inginkan dadamu huma di atas bukit yang hijau

About these ads

3 thoughts on “PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA MENULIS PUISI MENGENANG CHAIRIL ANWAR 2011

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s