NAKONSE

Pasir waktu telah terkikis untuk sebuah perubahan yang konstan ketika cinta terucap tak cukup membuat kembali begitu pun bagi yang pergi adalah menyusur jarak. Mencoba untuk mewarnai dalam ingatan dalam hiruk pikuk yang begitu gila
ketika kau inginkan mimpi menjadi lekas,mengawinimu untuk sebuah cinta yang hujam

Beri dadamu,aku ingin mendengar degup jantung yang bertalu-talu ketika tatap mata saling beradu pandang.
Sebuah senyum saja tak cukup untuk menyiratkan kejujuran rasa
Dan peluk yang semakin erat tak begitu hangat ketika kesadaran terbang tinggi.

Malam yang rimbun dan begitu kabut pada huma di atas bukit,sebuah ladang yang menghijau
kau menarik tubuh yang meranggas untuk segera bersenggama menuntaskannya hingga tandas.
Ini payudaraku,remas,getar tangan meremas semesta rasa
Ini bibirku,lumat. Dan kita terbakar bersama deru nafas yang tertatih-tatih.

Oh….kita telah menjadi adam dan hawa tertulis dalam kisah kita sendiri pada malam yang begitu nakal.

Tik tok jam dinding,jendela yang mengangga lebar dan seburat cahaya matahari mencubit tubuh
tersentak kau terbangun di pagi hari yang bulannya selalu tabah mendengar keluh
yang telah menjadi karat dan kau gelisah bila janin ini tak mirip dengan wajahnya,suamimu.

* Bono Village,19.03.11 di pukul 01.35 a.m *.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s