kepada laut melepas keakuan
sepasang anak manusia telah menjadi adam dan hawa
berlayar dari bandar ke bandar
dari musim ke musim menampung mimpi
kini,kau telah menemukan cinta
di bawah sumpah atas nama Tuhan
untuk sebuah mimpi yang lekas
pada rumah yang akan selalu tabah untuk kehidupan
sepasang mata yang hadir dalam jendela
meleleh di antara kabut pada huma di atas bukit
dalam diam aku merindukan sepasang matamu,
mata yang berbicara pada semesta diri
mengarunglah…
akan kau temukan berjuta kisah dari bandar ke bandar
hingga kau beranak pinak dari musim ke musim
di antara mega ke mega kau akan selalu bercerita
tentang cinta,kasih,sayang pada kehidupan
sambil kau menimang-nimang seribu nasib mendekap buah cinta yang tulus
terbanglah…..
kepak sayap adalah ruh untuk mencapai ketinggian
setelah itu rebahlah dalam dekap tuhan
karena hidup tidak bisa untuk kita hidup seribu tahun
menangislah…
karena airmata adalah ketulusan rasa
yang mengendap dalam dada
hingga terbelah tujuh oleh tangan kekasih,
Dalam sumpah atas nama tuhan ia meminangmu
( kepada kau,juli )
