ketika purnama hadir di atas kepala
aku menemukan dunia dalam cahaya matamu
cahaya yang terjebak dari rasa sakit masa lalu.luruh
berterbangan di atas udara yang berkabut
mengembara pada setiap musim berganti,jatuh
dalam gigil yang sangat menahan debar detak jantung
yang semakin bertalu-talu memantul dari hati ke hati,telah
menjadi kata di ujung lidah
membakar bibirku untuk mengucap:
” dalam rupa di cahaya matamu,aku mencintaimu.”