AIR MANI

kelopak bunga mawar ini tak pernah berdenyar
masih terus kau ciumi dan membaui
biarkan mekar di antara helai-helai rambutmu
padang ilalang yang selalu tabah di hantam badai
meliuk gontai mabuk minum air hujan semalam
menyebut-nyebut namamu dengan nyaring
mati sia-sia dalam selembar tisu

3 Responses to AIR MANI

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s