Aku tidak mencintai mu kecuali karena aku mencintai mu.
Aku pergi dari mencintai mu menjadi tidak mencintai mu,
dari menunggu menjadi tidak menunggu diri mu.
Hati ku berjalan dari dingin menjadi berapi.
Aku mencintai mu hanya karena kamu lah yang aku cinta;
Aku membenci mu tanpa henti, dan membenci bertekuk kepada mu, dan besarnya cinta ku yang berubah untuk mu adalah bila aku tidak mencintai mu, tetapi mencintai mu dengan buta.
Mungkin cahaya bulan januari akan memamah hati ku dengan sinar kejamnya,
mencuri kunci ku pada ketenangan sejati.
Dalam bagian cerita ini hanya aku lah yang mati, hanya satu-satunya, dan aku akan mati karena cinta, karena aku mencintai mu, karena aku mencintai mu, cinta ku dalam api dan dalam darah.
mencuri baca puisi sekejap saja
ini pasti puisi musafir
om,, saya dapat referensi linknya dari hariez…
mw nanya2 cara bikin karaya tulis yang baik…khususnya sastra n puisi…makasih ya om..
http://Meidhyandarestablogme.wordpress.com
sebelumnya terimakasih sm Hariez.
Selama ini saya membaca buku2 penyair Indonesia dan Luar,dan buku2 tentang sastra,apa sebab? krn basic sy bukan dari akademis di bidang sastra,mungkin tulisan saya belum pd kaidah2 dlm sastra itu sendiri. Dan bagaimana menulis dgn baik? Yg saya tahu selama ini dan juga utk diri saya adalah menulis dgn hati,kejujuran didalamnya,maka akan nampak cahayanya. Yah,dan bgtu pun dgn Puisi,bahasa kejujuran. memang itu harus menempa diri,bagi sy menulis puisi itu seperti belajar mengaji hakikat,dimana terdapat didalamnya sari pati kata. Yah..kita akan menjadi gila karenanya pd puisi dan juga kata yang telah membawa kita utk menyelami hingga pd dasar makna yg dalam sangat. Kalau ada waktu bacalah Kredonya Sutardji,Puisi2nya Sapardi,dan juga penayir2 negeri ini. Krn penyair2 Indonesia tak kalah dengan para penyair dari luar. maka,selanjutnya mari kau dan aku sama-sama belajar,krn aku masih seorang kuli kata,aku belum menjadi sang penyair.
Kalau bgtu mari kita menyelami samudera katakata!
Salamku,
langitjiwa
( Bila ada kata2 jwbanku yg salah dan kurang memuaskan,maafkan saya.
Mungkin nanti ada teman2 sesama Blogger yang akan menambahkannya. Dan kamu bisa menanyakan itu pd para penyair Infdonesia yg sdh mempunyai Blognya masing-masing atau juga bisa cari di facebook)
aku tidak akan berkunjung kemari kecuali karena aku rindu kata2 dalam sajak2mu
setuju