Entah mengapa ingin aku tulis tentangmu,
segala yang ada di dalam dada begitu saja ingin aku buncahkan
bersama segala rasa yang berapi-api.
Tentu,aku ingin menulis tentangmu,Abigail.
Abigail,
Dalam malam yang sunyi
Dan bulan sendiri di atas sana
Dan aku yang duduk di tepi jendela yang mengangga lebar
Aku sketsa wajahmu bersama doa-doa cinta
Dalam deru nafas,sengal menahan gejolak rasa
Aku melihat dirimu berkecipak didalam air yang jernih
Aku melihat dirimu merenangi setiap sudut telaga cinta
Aku selalu menunggumu
menunggu kedatanganmu,Abigail
Musim – musim berganti
dan pada musim semi yang merekah
dipagi yang mengigilkan semesta
Aku melihat kau hadir
Datang dari balik ujung semesta raya
Dengan jubah kebesaranmu
Aku melihat dirimu,
Aku menatap matamu
Aku menatap mataku sendiri pada matamu
Matamu serupa dengan mataku!
Kau menangis dan mengetarkan jiwa seorang wanita
Wanita yang berambut emas
Yang selalu menunggumu duduk di taman bunga
Rebahkan dirimu dalam pangkuannya
Karena wanita yang ada di sampingku
telah merindukan kau datang dengan seribu bulan
Tidurlah..tidur…Abigail.
ninabobokan gelisah rasa dalam pangkuannya
Ketika esok kau terbangun
Kau harus sudah melompat jauh…
aku datang berkunjung mas
nice puisi.
menunggu adalah sesuatu yang melelahkan..harus sabar dan sabar…
Hemm menarik sekali pantunnya aku jadi tersanjung..