MENIKAM RASA

Tatap matamu yang kabut
kaku memandang rerumputan.
Dan jatuh butir-butir air hujan mengetarkan kepala
beberapa helai rambutmu terlepas di senja kala
bersama katakata yang patah dihembus lekas angin
menyeruak dari celahcelah pohon pinus,padanya
mengantarkan bahasa yang paling rahasia dari luka rasa
mengoyak kesadaran
meledakan keakuan

senja yang sakit
beribu anak panah melesat
memburu jiwa yang terbang
meninggalkan sangkar jati pada kesunyian malam

tatap matamu yang kabut
menatap jiwa yang terkulai dibulan purna bersama
sebatang anak panah yang patah
anak panah yang luka
anak panah yang terlepas dari tanganmu

6 Responses to MENIKAM RASA

  1. dan anak panah itu tersukur direruntuhan jiwa jiwa yang menindaskan kebahagiaaan itu sendiri!
    Ach! gumbala manakah yang mengharapkan cahaya sang kemilau itu,maz?
    salam hangat dari blue

    nice

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s