UNTUK KESEKIAN KALINYA AKU MENDENGAR TANGISMU

aku yang terbaring sakit
tersentak dan terbangun pada pukul dua dini hari
lamatlamat terdengar bunyi butiran airmata
jatuh ke lantai kelam
menjelma lukisan dirimu
menarinari di langit kesadaranku
merayap pada urat nadi
bergelantungan di jantungku
sesudah itu meledak
mengetarkan kalbuku!
photo by : Novic Arman Zhenikeyev
11 Oktober 2009 pada 18:08
indah reffi likes this!! ^^
11 Oktober 2009 pada 20:05
sakit Mas? semoga lekas sembuh
11 Oktober 2009 pada 23:04
dalam..
12 Oktober 2009 pada 08:24
….. terdiam ku dibuatnya
12 Oktober 2009 pada 13:44
ku ikut tersentak bang..
aku udah update loh
14 Oktober 2009 pada 12:32
Menyentuh qolbu ketikan karyanya. Tidak ada muslim yg ditimpa sakit melainkan Allah menjadikannya ganti rugi bagi dosa2nya. Semoga cepat sembuh.
15 Oktober 2009 pada 06:37
sangatlah mendalam serat dari ata perkataanmu bang
seperti biasanya
kekaguman lebih sempurna milik karya abangku ini
salam hangat selalu
3 generasi namun blue tak akan pernah melupakan abang
18 Oktober 2009 pada 06:27
aku masih termangu dalam hitam dan kelam menunggu hingga fajar menjelang
20 Oktober 2009 pada 11:47
aku masih termenung menunggu sang fajar….
22 Oktober 2009 pada 01:57
dalem banget…
31 Oktober 2009 pada 01:55
aku punya blog ke dua mas…
mampir ya..?/
2 November 2009 pada 05:34
good day …
visit now expect a lot for commenting on our blogs, ask to exchange links because I am interested in some of the blog’s content is here, for your attention Thank you
4 November 2009 pada 14:29
karya kata seorang Bang Andra yang selalu menyeret takjub ketika menelaah goresan nya
pribadikah Bang ?
6 November 2009 pada 10:56
selamat malam bang
telphonlah blue yang merinduakn suport abang
salam hangat selalu
7 November 2009 pada 20:11
mas, photonya serem euy..
8 November 2009 pada 23:51
Kangen nih APDETAN nya…
Semangat trus bro.. semoga sehat selalu..
11 November 2009 pada 02:52
jago bgt merangkai kat2nya,,
btw klo boleh tau, kebisaan seperti itu dari belajar apa dari bakat y?
——————–
kunjungan pertama nie salam kenal ya…
21 November 2009 pada 06:22
Duh puisi yang menyentuh