Pukul 7.15 wib
tiga potong kue dan coklat yang meleleh di atas meja jati tua
seperti air matamu pagi tadi.aku dekap erat tubuhmu yang kecil,dan aku bisikan pada dinding telingamu: maafkan aku..maafkan aku lahir dan bathin,
aku mencintamu seperti matahari mencintai semesta raya
22 September 2009 pada 20:51
Saya jadi ngebayangin gimana nanti suasana idul fitri ketika sudah berkeluarga
Salam mas, minal aidin wal faizin juga
23 September 2009 pada 14:42
mantapp…sosok pria yang jadi panutan..
lanjut Bang
-salam- ^_^
7 Oktober 2009 pada 10:06
pastilah om hariez………kang langit gitu lho
salam hangat selalu
selalu berbahagialah keluarga akang disana
salam
24 September 2009 pada 18:13
mantap bro
25 September 2009 pada 04:41
maafkan aku juga ya….
30 September 2009 pada 18:32
kalo aku suka makan coklat mas eheheh.. minal aidin walfaidzin, maaf lahir batin ya mas ^^
1 Oktober 2009 pada 23:53
lama gak kesini… mohon maaf lahir bathin
3 Oktober 2009 pada 02:09
kunjungan saja Andra…
permisi..
4 Oktober 2009 pada 00:02
lewat kolom ini kukirimkan permohonan maaf buat mas Andra
6 Oktober 2009 pada 04:57
Bagus tulisannya, Salam selalu Andra…
7 November 2009 pada 20:13
dahsyat bah.. manstap kali ahh