AMELIA
di cakrwala aku tulis namamu
pada lembah arjuna aku tanam namamu di telaga cinta
di padang ilalang namamu menarinari
di mata senja namamu bercahaya jingga
di semesta namamu abadi
aku berlari ke puncak gunung arjuna
bunga2 aldeweis luruh menahan getar gelombang derap lariku
di sana aku aku mengangkangi rahimnya,
dan aku bisikan dengan maha lembut: aku sayang padamu…
kembali aku berlari,berlari ke gigir pantai
pada samudera aku berteriak: kau maha bagiku
deru nafasku menghantam dinding karang
di ujung bibir tebing aku berdiri menghadap rembulan
aku bidikan matapena
agar kau tahu darah rembulan
tiba-tiba,matamu berkaca serupa kristal di puncak jiwa
butiran-butiran airmata jatuh kelantai bumi
bunyinya mengusik sepi malam
beri..beri…bibirmu
sebelum aku mati sebelum katakata terbang tinggi
dan kau..kau di ujung bumi
di barat cinta
aku berlabuh
kekasih,dalam haus sangat aku mau minum airmatamu
31 Agustus 2009 pada 19:55
jadi ingat Gunung Arjuna, di Malang ya Mas
1 September 2009 pada 11:48
lama gak mampir puisinya makin menggigit.
9 September 2009 pada 09:29
Hebat-hebat, baru kaliini nemuin blog dengan konten unik, kreatif dan inspirastip. Salute!!!!
11 September 2009 pada 05:51
Wah…lagi jatuh cinta sam Amelila
14 September 2009 pada 03:55
saya juga punya kisah dengan perempuang bernama amelia.. dejavu mas
24 September 2009 pada 09:07
wahhhhh….mantap dra……
10 Oktober 2009 pada 13:25
glek..glek..glek…hmm asin
11 Oktober 2009 pada 23:13
banyak ketulusan..
7 November 2009 pada 20:33
amel, apakabarmu??
11 November 2009 pada 03:08
sumpah… TEOPE BEGETE
moga sustu saat ku jug bisa bikin kata2 seperti ini..
byr lirik2 yang ku buat semakin yahutt
18 November 2009 pada 16:03
woooww…