kepada: Pelangi Anakku

dinding tergores warna-warni krayon anakku
garis memanjang,patah-patah
lingkaran,putus-putus,titik-titik
pada sudut kamar lemari jati tua diam seribu waktu
di atasnya tergantung foto ayah terbingkai kenang
mata ayah terukir pada matamu
mata yang siap menatap kejam dunia
kamar ini tak terlalu luas
serupa sangkar berjeruji duri kawat
ah..! itu dinding pucat!
sebelum aku lempar kwas penuh dengan warna-warni rasa
Pelangi anakku,tunggu bapakmu
sedang menampung tetes-tetes rejeki
untuk membelikan mobil-mobilan terbuat dari kayu nangka
Bapakmu ini hanya seorang kuli angkut kata
*ketika aku menulis ini subuh dini hari nyanyian pejalan cinta melantun memanggil jiwa-jiwa untuk segera membasuh jiwapancindera yang sudah semakin berkarat
- ayah-170709
17 Juli 2009 pada 05:01
sajak yang bagus dan bola mata yang indah..
17 Juli 2009 pada 07:17
cinta bapak yang terus mengalir bagai mata air yang tiada henti. seperti biasa selalu indah memgungkapkannya.
17 Juli 2009 pada 18:07
halo met malem…gak bisa tidur nih jadi blog walking aja…happy blogging
-> WordPress Application for Blackberry
17 Juli 2009 pada 23:09
semoga anaknya mau mengerti perjuangan sang bapak
19 Juli 2009 pada 03:40
sajak yg indah.
20 Juli 2009 pada 06:00
Anakmu….canti sekaliiii aku gemeeess….aku suka ank kecil hehehe…
20 Juli 2009 pada 15:59
lucu banget anaknya…hehehe
22 Juli 2009 pada 00:52
coretanmu kotorkan dinding rumah
ah… ada getar gaib ditiap goresannya
merajut berjuta imajinasi
tentang HIDUP YANG TERBERI
terimakasih anakku
meski tetap saja kotorkan dinding rumah
22 Juli 2009 pada 06:52
blue kangen dech sama postingan abang
pada sentuhan jiwa seni abang
jadi…………………..selamat mencintai dunia blog
salam hangat selalu
pa cabar
23 Juli 2009 pada 02:12
garis paling panjang pun awalnya adalah sebuah titik
tiap titik mesti berarti
sedikit saja tak menepati janji kala azali
ujung garis hanyalah mati yang abadi
23 Juli 2009 pada 13:17
Kunjungan kenegaraan, sahabat…..
26 Juli 2009 pada 02:15
mampir lagi semoga tidak bosan, lucu banget fotonya
26 Juli 2009 pada 20:17
salam kenal….,
27 Juli 2009 pada 05:43
pakabar?duh lucunya…
Ikutan 4th IBSN award yuk..
Informasi dan ketentuan silahkan baca di sini
IBSN= Karena Berbagi Tak Pernah Rugi..
Trimakasih…^_^
27 Juli 2009 pada 07:38
foto anaknya…bener2 nggemesin, semoga menjadi anak yang berbakti ma orangtua
29 Juli 2009 pada 04:49
ntar kalo udh ketemuan sm blue, main ke bdg ya bos
29 Juli 2009 pada 04:50
met beli cat tembok baru, hehehee…
31 Juli 2009 pada 04:42
wow…. matanya cantiik bgt!!!!!
1 Agustus 2009 pada 23:29
pelangi akan selalu indah untuk di pandang…..
semoga pelangi juga bisa menghargai setiap tetes keringat yang jatuh dari setiap pori bapaknya…….
2 Agustus 2009 pada 12:45
ada kamar yang indah dan wangi untuk persahabatan antara abang dengan blue
dan itu sangat nyaman tuk jiwa blue
salam hangat selalu
3 Agustus 2009 pada 03:39
sajaknya bagus sekali mas…btw salam kenal
3 Agustus 2009 pada 06:02
coba lihat coretat di sini tuk ganti tampilan dindingnya.
salam superhangat
4 Agustus 2009 pada 11:46
hah….tiap membaca kata kata Mas, hatiku bergetar…
ditambah dengan bola mata yang indah itu..
5 Agustus 2009 pada 00:10
selamat pagi bang
jadi ke jakarta?
salam hangat selalu
5 Agustus 2009 pada 06:12
Salam kenal.
Anak memang menjadi harapan bagi orang tuanya. Tawanya menyejukkan hati. Pulang kantor, capai terasa rontok setelah disambut oleh anak di depan pintu. Wajar sajalah sebagai bapak, begitu cinta pada anakknya. Termasuk nikmat yang Dia berikan kepada kita. Menyenangkan sekali………..
6 Agustus 2009 pada 05:00
Kedua bola matanya..sangat mengetarkan naluri seorang ayah….ah Bang sungguh beruntung dikau Bang…dengan kehadiran sosok mungil itu…ide pelanginya akan mewarnai ruang hati kita juga Bang…semangat…
-salam ^_^
7 Agustus 2009 pada 04:11
aku menantimu bang…
salam hangat selalu
9 Agustus 2009 pada 23:09
Anak itu akan bangga terhadap bapaknya…..
10 Agustus 2009 pada 08:28
nice poem bro..
12 Agustus 2009 pada 02:34
puisi bagus,, tatapan anak itu begitu polos n penuh energik
dia gak pernah risau dengan apapun yg terjadi di dunia
yg dia mau, dia ingin bermain tanpa batas
13 Agustus 2009 pada 05:25
aku suka sekali adek ini…
13 Agustus 2009 pada 09:50
good your puisi….link balik yah
14 Agustus 2009 pada 03:18
duh senengnya jadi Pelangi, ..KEdua matanya itu seperti bulan, indah!
18 Agustus 2009 pada 02:08
ia pasti bangga dengan ayahnya….
28 Agustus 2009 pada 00:35
Jiwamu terlukis ……. pada bola mata anak itu
14 Oktober 2009 pada 06:05
teruslah berkarya semoga bisa menggugah semua yang membaca untuk lebih sayang terhadap orang-orang terdekat disisimu…