PUKUL SATU DINI HARI
gendang sepi pecah
di campak murka
jarum jam menusuk mata
bola mata meledak!
serpihannya menancap jiwa
jiwa berlari tertatihtatih menuju barat
merangkak menjilat timur
jaringjaring terkoyak
kesadaran terbang
melalang pada semesta raya
seperti dedaunan terbang melayang tanpa tenaga
kita tinggal tubuh kosong tak bertuan
si penjilat yang lupa untuk kembali pulang
sampai pada akhirnya merayap menuju pintu Tuhan
bukalah!
bukalah!
Ciuh..!!!
segumpal dahak iblis meleleh pada wajah kusam
menjadi segurat kalimat: compang camping jiwa rasakan!teriak iblis suka cita
ja…ja…ja…jaaaaaa….
19 Juni 2009 pada 13:16
Hahahahaha……
Iyaa bener2 tuh
Kedai
21 Juni 2009 pada 00:05
aku rindu puisimu mas
21 Juni 2009 pada 06:21
Tema gelap memang selalu asik buat garapan puisi
“kita tinggal tubuh kosong tak bertuan. si penjilat yang lupa untuk kembali pulang”
(berasa disindir)
21 Juni 2009 pada 13:01
setan itu musuh yang nyata bagi kita.. lawan mereka!
22 Juni 2009 pada 05:18
merinding bacanya kang ….
22 Juni 2009 pada 10:24
ikutan jeung rindu ach…………….merinding membaca semua postingan abang kita ini
salam hangat selalu
akhirnya blue dapat lagi karyamu bang
22 Juni 2009 pada 11:12
>:)
22 Juni 2009 pada 14:48
apa kabar mas ?
23 Juni 2009 pada 11:13
lama gak mampir , puisinya bagus mas.
24 Juni 2009 pada 05:32
mari kita lawan iblis
^_^
24 Juni 2009 pada 06:31
Aku berlindung kepada Tuhan..dari godaan syaitan yang terkutuk..
24 Juni 2009 pada 16:57
masuk.. masuk.. pintunya gak pernah di kunci..
26 Juni 2009 pada 05:11
hmm, keren andra
26 Juni 2009 pada 10:38
pukul 1 dini hari = sepi
28 Juni 2009 pada 13:45
dan aku pun menyapamu dalam maya apa kabar Bang..??
-salam- ^_^
1 Juli 2009 pada 05:13
mari kita bertempur melawan iblis…yeachhhhh….
jangan memberikan kesempatan iblis untuk membuat kita kalah….
1 Juli 2009 pada 07:32
selamat sore kanjeng kang mas langit jiwa ku….
salam hangat selalu
3 Juli 2009 pada 01:34
serem ah… ^^v
3 Juli 2009 pada 04:34
cantiiikkk!!!!
tapi boleh kritik kan?
pertama, kalau kata ulang atau sejenisnya pake tanda pisah dong (-).
kedua kayaknya lebih pas… melalang semesta raya… ga usah pake pada karena artinay beda.
anyhow… puisinya cantik banget!
3 Juli 2009 pada 06:14
selamat siang kang maz langit jiwa
datanglah ke blue ok
salam hangat selalu
3 Juli 2009 pada 07:24
gak begitu akhirnya, mas… Tapi karena Tuhan selalu ada untuk setiap umatnya, iblis gak menyanyi lalalalala… Apalagi pada waktu menjelang 2/3 malam setiap doa selalu didengar dan dikabulkan..karena itu akhirnya iblis menangis dan berlari terbirit-birit, karena hati yang terluka karena serpihan bola mata yang meledak itu tiba-tiba saja sembuh, terasa ringan dan sejuk lagi…. hihi..ngarangMode On..and gak nyambung.. pak kabar mas langit?
4 Juli 2009 pada 08:03
Mantab abis puisinya……sekaligus bisa buat renungan
4 Juli 2009 pada 08:07
Keren abis puisinya
6 Juli 2009 pada 09:52
malam bang
pa cabar?
semangat ya ok
salam hangat selalu
7 Juli 2009 pada 06:25
assalamualikum bang
Kenanga sudah kembali
lama tak bersua..
kangen juga nih…
apa kabarnya???
8 Juli 2009 pada 04:10
thank you
8 Juli 2009 pada 17:17
cool
13 Juli 2009 pada 13:55
malam bang….
blue kangen
salam hangat selalu
14 Juli 2009 pada 08:31
Pada sajak ya indah akan terkandung untaian kata yang indah pula…
Selamat sore Langit Jiwa….