PUKUL SATU DINI HARI

gendang sepi pecah
di campak murka
jarum jam menusuk mata
bola mata meledak!
serpihannya menancap jiwa
jiwa berlari tertatihtatih menuju barat
merangkak menjilat timur

jaringjaring terkoyak
kesadaran terbang
melalang pada semesta raya
seperti dedaunan terbang melayang tanpa tenaga

kita tinggal tubuh kosong tak bertuan
si penjilat yang lupa untuk kembali pulang
sampai pada akhirnya merayap menuju pintu Tuhan
bukalah!
bukalah!

Ciuh..!!!

segumpal dahak iblis meleleh pada wajah kusam
menjadi segurat kalimat: compang camping jiwa rasakan!teriak iblis suka cita
ja…ja…ja…jaaaaaa….

29 Responses to PUKUL SATU DINI HARI

  1. Tema gelap memang selalu asik buat garapan puisi

    “kita tinggal tubuh kosong tak bertuan. si penjilat yang lupa untuk kembali pulang”

    (berasa disindir)

  2. ikutan jeung rindu ach…………….merinding membaca semua postingan abang kita ini
    salam hangat selalu
    akhirnya blue dapat lagi karyamu bang

  3. cantiiikkk!!!!

    tapi boleh kritik kan?
    pertama, kalau kata ulang atau sejenisnya pake tanda pisah dong (-).
    kedua kayaknya lebih pas… melalang semesta raya… ga usah pake pada karena artinay beda.
    anyhow… puisinya cantik banget!

  4. gak begitu akhirnya, mas… Tapi karena Tuhan selalu ada untuk setiap umatnya, iblis gak menyanyi lalalalala… Apalagi pada waktu menjelang 2/3 malam setiap doa selalu didengar dan dikabulkan..karena itu akhirnya iblis menangis dan berlari terbirit-birit, karena hati yang terluka karena serpihan bola mata yang meledak itu tiba-tiba saja sembuh, terasa ringan dan sejuk lagi…. hihi..ngarangMode On..and gak nyambung.. pak kabar mas langit?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s