Jadwal Keberangkatan
bunyi pluit panjang dari masinis
memberi tanda pada lokomotif
sudah tiba waktunya berangkat
membawa gerbonggerbong penuh sesak orangorang mati
lalu,seorang lakilaki bertubuh kecil mati tadi pagi bertanya:
“kemana kita akan hendak di bawa?”
” Kenapa kau bertanya seperti itu?”
“Kau dan aku akan berangkat menuju padang luas mata jauh memandang.”ucap seorang ibu tua lirih
mereka yang hidup melambai tangan: Selamat Jalan
menunggu jadwal keberangkatan berikutnya
dengan tiket tanpa hari,tanggal,bulan,tahun,dan jam tak di tentukan
31 Mei 2009 pada 03:21
mantaf! keep write and roll! salam kenal
31 Mei 2009 pada 10:07
kapan ya kang jadwalku? semoga aku berangkat dalam keadaan khusnul khotimah.
31 Mei 2009 pada 20:34
ngeri om…
1 Juni 2009 pada 01:35
Innalillahi wainna ilallahi rojiun….
Semoga kita semua kembali kepadaNya dalam keadaan husnul khotimah, amin yaa Rabb….
1 Juni 2009 pada 11:52
hmm………gini dong bang
baru abang blue ….hebat!
kena banget
salam hangat selalu
2 Juni 2009 pada 02:51
mungkin hari ini mungkin esok pagi
2 Juni 2009 pada 07:17
hmm.. hidup adalah sebuah pencarian mencari arti dan makna hidup… sayang banyak yang tersamar oleh nikmat… akhirnya terlambaaat sudah.. jiwa merana.. ruh tersiksa…
Salam Sayang
Salam Rindu untukmu..
2 Juni 2009 pada 09:34
malam bang
berpoligami di nafsunya kezedot yuk bang
salam hangat selalu
4 Juni 2009 pada 04:01
tak pelak nyali kupun ciut saat membaca sajak ini..
-salam- ^_^
5 Juni 2009 pada 06:25
Udah lama nggak naik kereta api pulang kampung
5 Juni 2009 pada 11:33
Salam dari puang cahaya di bandung
kalau aku jadi president orang miskin tidak boleh di kalahkan
Bebaskan Prita
Kenapa orang miskin selalu di kalahkan ???????????
Lawan RUU rumah sakit yang menistakan kaum miskin
http://puangcahaya.dagdigdug.com
5 Juni 2009 pada 12:16
Hai…salam kenal ya…
Orang bilang, mati itu satu tp jalannya banyak dan kita tdk tahu akan lewat jalan yg mana, seperti halnya kita tdk tahu kpn akan melewatinya.
Semoga kita jadi orang yg senantiasa ingat akan maut.
8 Juni 2009 pada 11:08
malam bang
semangat lagi dong ok
salam hangat selalu
9 Juni 2009 pada 08:46
Innalilahi wailaihirojiun…..komen balik yo
10 Juni 2009 pada 05:01
makasih dah diingatkan.
mudah2an saat giliran kita tiba,
kita dalam keadaan yg terbaik
amin!!
12 Juni 2009 pada 03:30
sajak pendek yg sarat makna..
12 Juni 2009 pada 06:28
maz blue datang sebelum jadwal itu benar benar terlaksana nich
salam hangat selalu
13 Juni 2009 pada 03:14
maka bersiap-siaplah karena maut datang seperti pencuri di waktu siang dan malam
13 Juni 2009 pada 10:56
sajaknya menyentuh… salam…
14 Juni 2009 pada 03:36
Butuh imajinasi bacanya..
15 Juni 2009 pada 05:57
keasyikan di fb hingga blue dilupakan ya,bang
salam hangat selalu
16 Juni 2009 pada 02:50
aku nggak ingin tau kapan jadwal keberangkatanku…
hatiku terlalu ciut untuk mengetahuinya…
16 Juni 2009 pada 13:15
pa kabar mas andra… lama gak kemari
16 Juni 2009 pada 14:10
ini jadwal ku bukan yia!!!
16 Juni 2009 pada 23:25
duh tiketku lupa naruhnya dimana… tetep berangkat ya?
atau atau diriku penumpang gelap?
16 Juni 2009 pada 23:45
hmm.. nyang punya rumaaaaaaaaah dah berangkaaaaaaaat yaaaa..
Salam Sayang
17 Juni 2009 pada 03:50
dengan jalur yg g diketahui jg y bang…. jd merinding ngebayanginnya
18 Juni 2009 pada 11:06
malam kang maz
blue menyapa dalam kerinduan
salam hangat selalu
19 Juni 2009 pada 11:45
bener tuh merinding, tapi puisi diatas juga mengingatkan kita, bahwa kita pasti akan mati
10 Juli 2009 pada 10:43
malam bang.
kenapanich tak bersapa lagi…….
salam hangat selalu