2 Hari 2 Malam
di beranda rumah yang sumbang
aku duduk sendiri
menatap daundaun gelisah,derak ranting menahan luka
dan,gontai ilalang mabuk minum air hujan
ini sepi semakin panjang
aku tutup pintu:
menahan gemuruh angin yang gelisah
menampar wajah pintu jati
lapar datang,memasak sendiri
makan sendiri.meja makan lengang
bunyi sendok garpu mencubit piring di iringi
suara cecap mulut menjadi: nyanyian kelu
ranjang hitam
bantal guling kini serupa dirimu
aku dekap erat
nikmati saja
aku sepi iseng sendiri,kekasihku!
21 Mei 2009 pada 13:07
Sedang keluar kota atau gimana mas? kok sampek segitu kangennya. Hehe
22 Mei 2009 pada 00:02
halah2… belakangan ini kok rindumu menggebu2 gitu ta, bro. sampek puisi2mu berisikan melulu rindu.
22 Mei 2009 pada 02:28
aku sedih, duduk sendiri
kekasih pergi,…
oh, itu dia
mereka datang,
aku senang,
hatiku riang….
*semoga rindumu cepat terobati, mas LJ*
22 Mei 2009 pada 05:10
dau ahari dua malam lebih aku tak pernah ke blog ini
salam hangat
22 Mei 2009 pada 14:41
agak kembali ke masa di bumi ya bang karakternya abang kali ini
ringan namun emang sedikit ngepop kembali.
salam hangat dalam dimensinya blue
22 Mei 2009 pada 14:42
namun apapun karakter postingan abang tetap saja bikin blue semakin menanti karya karya abang yg lainnya
i love seni
i love u bang heheheh……………
salam hangat selalu
23 Mei 2009 pada 00:59
pusis sepi
makin nyastra
apa kabar bang?
23 Mei 2009 pada 13:12
ranjang hitam? kenapa hitam? apa maknanya?
23 Mei 2009 pada 20:51
headernya keren… serem :p
24 Mei 2009 pada 08:17
emang sang kekasih lagi di mana kang?
24 Mei 2009 pada 08:42
puisi rindu yg dalem…
aku suka..
24 Mei 2009 pada 14:28
selamat malam boz
blue menanti telpon darimu
salam hangat selalu
24 Mei 2009 pada 22:59
aku datang ingin mengurai sepi
25 Mei 2009 pada 02:58
ass….
lama gak bersua…btw gak lagi patah hati kan??? puisinya rindu banget…moga cepat ketemu yach…
salam…
25 Mei 2009 pada 12:24
Dalam sepi dan jarak, rasa cinta itu kadang menemukan pupuk yg tepat…
26 Mei 2009 pada 10:13
2 hari 2 malam, kamu jadi angka 1 ya sobat..
27 Mei 2009 pada 02:54
Andra…
Aku masih di ujung Lampiri..
dan kamu tau arah menuju Lampiri..
28 Mei 2009 pada 05:13
oh… jd kekasihnya guling?
28 Mei 2009 pada 11:15
sudah lebih dari 2 hari 2 malam ini mah bang………….heheheh
salam hangat selalu
semangat ok
28 Mei 2009 pada 11:26
Sedang rindu, sedang hening yah hati terasa syahdu
28 Mei 2009 pada 14:59
maaf bang, hampir 2 dekade tak kunjungngi rumahmu, selalu setiap karyamu yang selalu menjadi inspirasi ku
-salamku- ^_^
28 Mei 2009 pada 21:32
jika yang kurindu datang, apa tuntas ga yang 2 hari dua malamnya ? he..he..
29 Mei 2009 pada 03:16
masak masak sendiri
makan makan sendiri
cuci baju sendiri
tidur kusendiri
(angka satu – cacahandika)
29 Mei 2009 pada 06:04
ranjang hitam
bantal guling kini serupa dirimu
aku dekap erat
nikmati saja
aku sepi iseng sendiri,kekasihku!
———————————————–
wooooooooooooooow… diapain maaaaaaaaaaas bantal gulingnya…
Salam Sayang
29 Mei 2009 pada 06:41
i miss u bang
and i lovE U..heheheheh
pa cabar?
salam hangat selalu
30 Mei 2009 pada 07:26
kesepian ya … bang, mending nyanyi untuk menghibur diri….
30 Mei 2009 pada 11:32
met berakhir pekan ya bang
salam hangat selalu
31 Mei 2009 pada 03:18
waw..kunjungan pertama yang menyegarkan…
salam kenal dulu dh Bang…
aku pasti kembali lagi untuk membaca karya2 kamu…
maen2 ke Istana aku yah..
salam manis
17 Juni 2009 pada 03:53
jd ngebayangin rasa kangen itu gmn…. hehe
19 Juni 2009 pada 07:06
pa cabar?
salam hangat selalu
17 September 2009 pada 00:16
Keren Puisi’y..
Salam kenal yah??