Blok.A Kamar:11

sepi di ujung mata
ada suara memanggil
menyentuh jiwa terasa sangat
menenangkan lautan yang gelisah dalam diri
meninanbobokan jiwa yang menangis

di ujung sepi
ada,yang berteriak: Ibu! Ibu!
mengetarakan 13 batang terali besi

17 Tanggapan ke “Blok.A Kamar:11”

  1. merinding bacanya…
    kalo boleh tau tentang apakah ini…?

  2. madagumilang Berkata

    di sinikah
    kautemukan kekuatan kasih itu?
    atau cuma teringat?

  3. Aku memanggil mama tiap malam menjelang tidurku…
    dan aku kangen dengannya…..

    (sebulan tak bertemu)

  4. Hmmm… kisah terbelenggu 13 batang terali besi.
    semangat… lah tuk melepas diri.
    salam hangat

  5. salah apakah si ibu?

  6. terali besi bukan wujud sesungguhnya yang terjadi kau merasa tak bisa menuntaskan rindumu pada ibu.

  7. Cinta tak akan sirna, meski terhambat dengan ribuan ataupun juatan terali besi…

  8. terali besi yang membatasi sepi?
    Kasih ibu tak pernah sepi

  9. latree Berkata

    siapa yang dipenjara mas?

  10. kezedot Berkata

    dan salah satu pemilik ujung mata sepinya adalah aku bang.
    bluelah yang selalu menina bobokan kegelisahan itu di setiap ujungnya sang waktu……………..

    salam hangat dalam persahabatan

  11. terpenjara jiwa, teriaknya emak – emak help me

  12. Kayu terbakar menjadi abu
    Akupun sama merindu ibu

  13. udah lama ndak mampir kesini…hehehe

  14. mauu mampir sebentar nie salam kenal mas he he he

  15. aduh… :(

    *udah lama aku g mampir kemari

  16. sama seperti yg diatas kelamaan tak mampir maafkan diriku ya boz…………
    pagi.
    selalu cerah dech blue membaca postingan abang kita ini
    salam hangat dalam dimensi persahabatannya blue

Tinggalkan Balasan