Blok.A Kamar:11
sepi di ujung mata
ada suara memanggil
menyentuh jiwa terasa sangat
menenangkan lautan yang gelisah dalam diri
meninanbobokan jiwa yang menangis
di ujung sepi
ada,yang berteriak: Ibu! Ibu!
mengetarakan 13 batang terali besi
sepi di ujung mata
ada suara memanggil
menyentuh jiwa terasa sangat
menenangkan lautan yang gelisah dalam diri
meninanbobokan jiwa yang menangis
di ujung sepi
ada,yang berteriak: Ibu! Ibu!
mengetarakan 13 batang terali besi
23 April 2009 pada 08:58
merinding bacanya…
kalo boleh tau tentang apakah ini…?
23 April 2009 pada 10:23
di sinikah
kautemukan kekuatan kasih itu?
atau cuma teringat?
24 April 2009 pada 00:26
Aku memanggil mama tiap malam menjelang tidurku…
dan aku kangen dengannya…..
(sebulan tak bertemu)
24 April 2009 pada 04:34
Hmmm… kisah terbelenggu 13 batang terali besi.
semangat… lah tuk melepas diri.
salam hangat
24 April 2009 pada 15:54
salah apakah si ibu?
25 April 2009 pada 01:13
terali besi bukan wujud sesungguhnya yang terjadi kau merasa tak bisa menuntaskan rindumu pada ibu.
25 April 2009 pada 09:21
Cinta tak akan sirna, meski terhambat dengan ribuan ataupun juatan terali besi…
25 April 2009 pada 12:17
terali besi yang membatasi sepi?
Kasih ibu tak pernah sepi
25 April 2009 pada 22:24
siapa yang dipenjara mas?
26 April 2009 pada 09:15
dan salah satu pemilik ujung mata sepinya adalah aku bang.
bluelah yang selalu menina bobokan kegelisahan itu di setiap ujungnya sang waktu……………..
salam hangat dalam persahabatan
27 April 2009 pada 07:08
terpenjara
27 April 2009 pada 10:57
terpenjara jiwa, teriaknya emak – emak help me
28 April 2009 pada 22:22
Kayu terbakar menjadi abu
Akupun sama merindu ibu
1 Mei 2009 pada 04:15
udah lama ndak mampir kesini…hehehe
1 Mei 2009 pada 15:46
mauu mampir sebentar nie salam kenal mas he he he
2 Mei 2009 pada 01:05
aduh…
*udah lama aku g mampir kemari
2 Mei 2009 pada 23:34
sama seperti yg diatas kelamaan tak mampir maafkan diriku ya boz…………
pagi.
selalu cerah dech blue membaca postingan abang kita ini
salam hangat dalam dimensi persahabatannya blue