kepada: Hasan Aspahani
Perahu kata telah aku siapkan
Untuk mengarungi lautan malam
Berlayar menuju pulau sejuta rasa
Di sana aku akan mabuk sepuas-puasnya
Perjalanan telah menempuh mil demi mil
di ujung langit malam,mata bulan purna menyinari perahu kata dan tubuhku
Menghantarkan aku pada negeri sejuta puisi
Di sana,aku bermain pada taman puisi
Kuciumi kata demi kata
Kudekap erat-erat.
Kubawa ia menuju telaga cinta
Di sana aku ingin membacanya
dengan rasa kumemaknainya
lebur……!
Selamat malam kang…
*****lj*****
selamat malam kembali,sobat
senang rasanya sdh berkunjung kembali di blog iniu
salamku
Hidup memang penuh makna.
*****lj*****
itulah hidup,hehehe….
slmt mlm,kang Ubad.
yup, harus dibaca supaya bermakna.
*******lj*******
hehehe…betul sekali,sobat
biar ndak lali,haha…
aku boleh ikut berlayar?
yang senang berlayar.berlayar bareng2 aza yuk
hex33
*****lj*****
ayuuuu….hex100
arungilah samudara puisimu dengannya engkau akan lebih hidup.
****lj****
malam ini aku sdh mengarungi kata utk menuju pulau sejuta rasa.
kau mau ikut?
hehe….
salamku
sprti biasa, aku akan menunggu di tepian..
-sarahtidaksendiri-
*****lj*****
hati-hati,kepeleset! haha…..
terengah-engah…
*apa maksudnya hehe…
salam kreatif deh
*****lj*****
salam kreatif kembali,mas
saya sudah baca 3x masih belum ngerti artinya …
*****lj*****
sudah,dek. ndak ush di pikir.hahaha…
nanti malah mumet dewe
ow cinta oh cinta
****lj*****
deuu….nyang lagih jatuh cintah.
hehehe………..
Itu utk kekasihmu kah?
****lj****
aku lupa ini utk kekasihku yg keberapa.
hahaha……
dibawa ke telaga? ah aku tak mau.. nanti bulu-buluku basahhh semua… dingiiiiinn… (si Ammar Jr lantas menyusup dan bergulung di balik selimut)
selamat malam mas Langit..
******LJ******
haha….
kalau bgtu jgn ajang si AMAR
selamat malam kembali,mbak
salam utk si Amar
selamat pagi boz
senang pokoknya blue dapat postingan barumu boz
salam hangat dalam dua musimnya blue
***lj***
selamat pagi kembali,komandan!
salam tujuh musim dariku,blue.
Kayaknya dalem banget sampe saya bingung ngartiinnya…..
salam kenal dan mampir ya Pak
******lj*****
udh gak ush di pikir,malam ini kita menari lagi di bara api kata
salam kenal kembali,mas aden.
senang bisa berkunjung diblog ini.
salamku
Wah…udah lama gak berkunjung…pa kabar
sedang memaknai kata rupanya
dan menjadikannya lebur dengan cinta
******lj*****
khbr baik,bu dokter.hehehe…
malam ini kata entah sembunyi dimana dia.haha…….
cinta? telah patah menjadi dua.haha……
salam dari bandung
saya suka membaca puisi anda, banyak kata yang menyimpan makna ….
Mengapa mesti duduk di sini
bertengkar tentang asa yang di salip senja
Mari kita renungkan bahasa angin
yang dikabarkan burung camar
pada tiang sampan
Doa politik kaum jelata
Tuhan
Orang-orang tak lagi percaya keadilan
di negeri ini karena tiap hari di suguhi kerak nasi
Tuhan
tiap tahun kami membayar pajak tapi orang miskin, anak terlantar, dan pelacuran makin
subur di negeri ini.
Tuhan
Betapa naifnya hidup di negeri ini, kami rakyat kecil diajak berhebat, tidak korupsi, jujur, mencintai negeri ini dengan segenap jiwa dan raga, mencintai produk dalam negeri seperti pesan “penghibur rakyat” di iklan politiknya di TV.
Tapi, mereka tertidur seperti bayi, ada yang sibuk ber sms, menelpon diasaat rapat memperjuangkan hak-hak kami sebagai rakyat di parlemen dan lebih kejam lagi mereka menghambur-hamburkan pajak yang kami bayar, mereka pergunakan ke panti pijit dengan alasan merilekskan pikiran, main perempuan (mungkin karena istrinya sudah tua dan sibuk arisan), dan bermain judi.
Tuhan
Ada juga yang nekat jadi calo/broker misalnya calo politik, calo proyek, calo bencana, calo pemekaran wilayah seperti berita di Koran, apa gaji mereka tidak cukup sampai mereka begitu kejam melakukan hal tersebut. Padahal di negeri ini banyak sarjana menganggur dan relah bekerja apa saja karena susah dapat pekerjaan.
Tuhan
Penguasa di negeri kami memang tidak semua suka berbuat keji dan hina, tapi kami tidak punya kuasa untuk menandai wajah mereka, mana yang baik dan buruk
Tuhan
Kalau Engkau tidak memberi kami petunjuk untuk membedahkan mana pemimpin yang hanya pandai menjual kecap dan mana yang tulus, jangan salahkan kami, kalau terpaksa kami menantang fatwa MUI untuk golput…..
http://esaifoto.wordpress.com
membaca sajakmu,mengingatkan aku akan seorang Heri Latief dan Wiji Thukul.
hanya satu kata,lawan!!!
selamat datang kembali,sobat!
terus berkarya ya bang
apa khabarnya ni???
****lj*****
terima kasih,bang andra
khbrku baik2 selalu
bagaimana dgn,abang
apa kabar mas Andra, sudah lama gak mampir ke sini nih………….
*******lj*****
khbr baik selalu,pak willy
senang bisa berkunjung kembali di blog ini
***terima kasih utk semua sahabat2ku***