Malam yang semakin layu
jatuh terkulai pada ranjang sepi
wajah yang kini semakin purba di sisa usia,tertawa terkikik…,melihat penyair kecil memutar waktu,memunggut kembali masa kanak-kanak.
Dibawah deras hujan,
bercelana kolor dan bertelanjang dada,ia terus berlari mengiring bola membelah lapangan Al batros.
Liuk sana,liuk sini.
Dengan gocekan ala Maradona,melewati tiga pemain lawan.
Tubuhnya yang kecil kini berhadapan dengan sang penjaga gawang.
Tipu sedikit kekiri !
Secepat kilat ia lesakan bola
Gol!!!
melonjak aku kegirangan
saking senangnya aku
celana kolor berwarna biru tua tak tahan getaran,mendarat mulus pada hamparan tanah becek Al Batros.
Lari,aku lari (sambil menahan dingin)
wajahku memerah layu
hilang,dibalik pohon Mahoni.
Hujan yang semakin deras
petir menyambar-nyambar
Kini,hanya celana kolor berwarna biru tua mengigil ketakutan di tengah lapangan tak bertuan.
Penyair kecil menghela nafas panjang. Lalu,tersenyum haru.
Memandangi kembali foto dirinya yang imut-imut saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar.
warung akringan cak Mat,Juanda.22.Nov.08





















