Kata-kataku membatu!
Menjadi batu hitam pada dasar hatiku
Sepanjang malam kuselami
mengangkut bongkahan demi bongkahan batu kata.
Pada tepian bibir telaga cinta
disana kupahat dan kuukir namamu
walau luka pada jari jemariku semakin mengangga
Sebelum ayam jantan berkokok membangunkan waktu shubuh
kata puisi sudah kupancangkan dilembah hatimu.
Disana,bait demi bait kata puisi
namamu terukir bersama darahku.
saat kau membaca kata puisiku
Aku sudah meninggalkan telaga cinta
menuju negeri tak bertuan
Disana aku akan memahat batu nisanku sendiri.
bagus bos…
lam kenal
http:/footprint1980.wordpress.com
Kaya cinta yang gak kesampaian yaa mas
idih kok serem sih..jgn pake batu nisan dunk..cinta tuh ga pernah mati,biarpun ganti hati sob..smangat..
Cinta kepadaNya adalah hakiki dan tidak pernah mati
hidup adalah kesendirian kita datang didunia sendiri dan ketika pulangpun kita akan sendiri, maka maknai semua cinta dengan ketulusan mengabdi pada Ilahi.
puisi yg menyentuh jiwa..
salam kenal..
keren bang,,keren,,
dimanakah negeri itu bang ?? aku selalu ada untuk semua pahatan jemarimu….
Negeri tak bertuan ki sbelah ngendi mas? Neng kono yo ono wong bedil-bedilan, rudal-rudalan opo ora yo?
hmm….puisi untuk seseorang yang amat dicintai….
sampai-sampai perlu untuk meninggalkan hanya karena tak bisa memiliki…………….
jangan memahat batu nisan sendiri..susah..bli ajah..huhuhu
sampean berjiwa puitis mas!!hati ku bergetar membacanya
jangan pergi kemana2, ah
tetaplah di sini
ngapain juga memikirkan memahat batu nisan
jika merajut kata jauh lebih nikmat
met wiken, paundra:)
Semoga ini bukan postingan terakhir ya mas, he he he…
Semoga ini bukan postingan terakhir ya mas, he he he…
Puisi yang bagus, dan semoga ini (hanya) tetap sebagai puisi.
saat kau membaca kata puisiku
Aku sudah meninggalkan telaga cinta
menuju negeri tak bertuan
Disana aku akan memahat batu nisanku sendiri.
bukan postingan terakhir kan maksudnya?
sendu ..tapi ada rasa cinta mendalam yang tertangkap…
hay bang…lama aku tidak mampir ya
sehat sehat saja kan
a
salam buat keluarga
aku telah menunggumu di negri tak bertuan itu..karena kitalah yg akan menghuninya
wow ..
nice poem ..
btw, sekarng berarti udah di negera tak bertuan?
hmm.. cepet balik ya ..
Aww… sepertinya sobat kita ini lagi patah hati ya…????????????? He… hee… heee…
duh … syerem …
“bedh was here”
huhuhu
nggak ngerti mo komeng paan lagi.
soal memahat kata
kau jagonya
kapan ya aku bisa belajar banyak darimu secara langsung sobat
Memahat kata, melukis jiwa …. Pasti PASS !!
kok aku sedih ya bacanya?
apik…apik…
bisa belajar lo dari katakata..
walopun agak sedih si bacanya..