Kata-kataku membatu!
Menjadi batu hitam pada dasar hatiku
Sepanjang malam kuselami
mengangkut bongkahan demi bongkahan batu kata.
Pada tepian bibir telaga cinta
disana kupahat dan kuukir namamu
walau luka pada jari jemariku semakin mengangga
Sebelum ayam jantan berkokok membangunkan waktu shubuh
kata puisi sudah kupancangkan dilembah hatimu.
Disana,bait demi bait kata puisi
namamu terukir bersama darahku.
saat kau membaca kata puisiku
Aku sudah meninggalkan telaga cinta
menuju negeri tak bertuan
Disana aku akan memahat batu nisanku sendiri.





















