Duka Palestina.
Untuk:
Segenap Umat Manusia di seluruh dunia.
Mengheningkan Cipta
Dimulai!









Masihkah kau ingin merayakan Tahun barumu?
Bersama bunyi terompet dan kembang api melukis langit malam.
lalu,kau menari-nari diatas,duka,luka,dan darah saudaramu.
1 Januari 2009 pada 06:05
Aku miris, tapi itu tidak cukup.
Hanya segenggam doa, “Semoga deritamu yang teramat panjang segera berakhir, saudaraku”.
Amin.
1 Januari 2009 pada 06:49
Palestina, Derita dan derita…
1 Januari 2009 pada 07:54
imagine all the people, living life in peace..
1 Januari 2009 pada 09:23
semakin banyak yg sudah kulewati dalam perjalanan akhir thn ini sobat…
namun hanya dirimu yg menangkap akan derai airmata saudara kita nan jauhu disana…malu rasanya aku tertawa dikala airmata mulai menganak sungai…….
1 Januari 2009 pada 09:37
Alloh huakbar ….saya merinding melihat deritamu tapi apa daya aku tak bisa berbuat apa-apa kecuali doa untuk saudarku yang teraniaya ..semoga engkau selalu dalam lindungannya dan di berikan ketabahan dalam segalanya …
1 Januari 2009 pada 09:40
Mas Langit, dari Magelang (critanya lgi liburan beberapa hari) dengan bangga saya sampaiken ucapan Selamat Tahun Baru. Semoga semangat dan keberhasilan bertambah maju. Tetaplah sehat dan gembira agar saya dapat menikmati karya2 indahmu yo mas…. Salam anget!
1 Januari 2009 pada 14:35
SUNGGUH BERAT RASANYA BLUE HARUS MENGAKHIRI BLOG INI
BANG……….SEDIH MEMANG NAMUN BLUE HARUS PERGI
JAM DUA BELAS MALAM NANTI ADALAH POSTINGAN PENUH KENANGAN BLUE PADA ABANG
SALAM HANGAT SELALU
1 Januari 2009 pada 15:32
entahlah, terompet dan kembang api tak pernah luput pada pergantian tahun baru. begitu juga dengan tangisan, jeritan, luka dan penderitaan.
jaman makin edan.
2 Januari 2009 pada 01:48
Semoga penderitaan segera berakhir
2 Januari 2009 pada 16:48
Doaku selalu untuk rakyat Palestina
Mati syahid bagi yang bertempur mempertahankan
Mati syahid untuk anak-anak dan perempuan yang tak berdosa
Tuhan tak pernah tidur
2 Januari 2009 pada 20:57
lalu apa yg bisa diperbuat utk menghentikan konflik ini saat PBB sepertinya sudah impoten?
kupikir sebaiknya neg2 islam bersatu padu dan lebih kompak dlm membantu memperjuangkan nasib palestina
3 Januari 2009 pada 06:16
*diam dan berdoa*
3 Januari 2009 pada 06:25
mereka mencari apa? dendam dari bilik hati yang mana?
sengajakah Tuhan menciptakan sengketa di tanah harapan?
yang mereka ratapi di tembok itu apakah ratapan kebencian?
lalu setelah itu peluru dan rudal boleh mereka tumpahkan
kepada anak-anak tak bedosa
mari selamatkan palestina
mari selamatkan kemanusiaan
3 Januari 2009 pada 11:01
duka..hanya duka saja tak cukup…. negeri indah itu tak layak darahnya mengalir…
3 Januari 2009 pada 19:41
sangat menyedihkan.
dan minimalisme verbal informasi tentang foto-foto membuat ini karya yang sangat kuat.
Israel pasti hancur kerna melupakan sejarahnya sendiri!!!
3 Januari 2009 pada 19:46
haiku
Auschwitz
atau Jalur Gaza?
eli, eli, lama sabachthani?
3 Januari 2009 pada 23:35
Saya hanya bisa terdiam memandangi foto-foto di atas.
Namun ternyata hati saya gelisah..
Semoga ini bukan cuma kegelisahan saya sendiri,,semoga anda juga gelisah melihat kegetiran-kegetiran ini.
4 Januari 2009 pada 03:56
I’m speechless about it.. I hope the wonderful will arrive to us..
Struggle to U…
4 Januari 2009 pada 08:19
‘Dimulai’ bukan ‘Di mulai’
4 Januari 2009 pada 08:20
Hey… kulihat wajah saut di koment ini….!!
Aku mencium bauk arak dari mulutnya!
4 Januari 2009 pada 22:24
dan mungkin..
setiap dari kita menyumbang satu peluru..
menembus tubuh kecil tanpa dosa..
namun kita belum sadar.. dan tetap tertawa!
ALLAH tidak pernah tidur..
DIA melihat.. dan menyiapkan taman bermain yang indah nan abadi bagi malaikat – malaikat kecil yang dicintaiNYA itu..
5 Januari 2009 pada 02:18
sodaraku di gaza, kami disini bersamamu mendoakan mu
5 Januari 2009 pada 02:58
MARI JADIKAN DIRI KITA MASING2 AGEN PENGUBAH DUNIA
KITA PERSEMBAHKAN DAMAI DAN CINTA SEBAGAI PERSEMBAHAN KEPADA BAPA ABRAHAM, KARENA KALAU BUKAN KITA RAKYAT INDONESIA SIAPA LAGI? ANAK2 ABRAHAM SI ISMAIL DAN SI ISHAK MALAHAN TERUS SALING BERBUNUHAN
5 Januari 2009 pada 09:14
menangis, berdoa, berjuang…
save palestine
6 Januari 2009 pada 00:18
ngenes ngliat foto2 mu mas…
6 Januari 2009 pada 03:54
Sedih banget kalau melihat foto2 itu….
Save Palestina….
7 Januari 2009 pada 04:16
segenggam doa yang terpanjat untuk saudaraku,seikat duka menyelimuti negeri saudaraku, just make me sad, please save Palestine
Peace,Love,Unity,Respect…
8 Januari 2009 pada 08:47
ikut mengirim doa untuk saudara2 di Palestina
13 Januari 2009 pada 04:36
Air mata berlinang membaca dan melihat postingan ini…
Dalam serangan Israel yang sudah berlangsung selama 18 hari ini, sudah 917 dari pihak Palestina yang tewas. Sementara korban luka sebanyak lebih dari 4.000..
Semoga saudara2 disana mampu bertahan dalam cobaan ini…
Amiin…
Diblog saya ada beberapa banner kampanye STOP WAR! untuk Palestine mas..
Syukron
14 Januari 2009 pada 11:31
Free Palestine…
Boycott Israel…
15 Januari 2009 pada 22:38
kalau kita inginkan damai,
siapkan KASIH…
tapi,
kalau kita ingin perang,
siapkan amunisi dan senjata,
namun,
sesungguhnya,
KASIH di atas segala-galanya,
karena mampu mengatasi,
segala intrik, dengki dan permusuhan,
KASIH adalah segalanya.
25 Januari 2009 pada 22:20
jag läser och gillar verkligen din blogg.