Arsip untuk Desember, 2008

Mata Air Kata.

Posted in Sajak on 22 Desember 2008 by langitjiwa

Pagi ini aku tidak akan menulis puisi yang berapi-api.
Yang akan membakar jiwamu,merontokan rasamu.
Pagi ini hanya sebuah rangkaian kata puisi sederhana,
Dimana bunga kata kupetik dari ladang hatiku.
Kuncup bunga kata mekar dan berkembang,menebarkan wangi bersama sinar matahari yang menusuk tajam pada mata jendela kamar hotelku.

Jauh darimu,ku tulis puisi sederhana ini.
Dengan Kata-katanya yang tak akan pernah habis,Tak akan habis! Untuk menulis tentangmu.
Ia akan selalu terus tumbuh dan berkembang.
Karena kau adalah; Mata air kata yang selalu mengalir membasahi ladang kata di hatiku.

langitjiwa.
(Selamat Hari Ibu,Istriku.)
**

Untuk Istriku dan Kedua Anakku (Puan Dan Pelangi);

Berpisah denganmu, bagai mata tak berair pada telaga kerinduanku. Sungguh, terhempas aku pada celah sunyi malam yang tak terobati.

Ayah.

Malam Pengantin

Posted in Sajak, Uncategorized on 21 Desember 2008 by langitjiwa

Deru nafas mengulung-gulung,
Menghantam dinding ranjang.
Kaki ranjang patah,
Dua batang tubuh terkapar!

langitjiwa

Rindu Ayah

Posted in Sajak on 19 Desember 2008 by langitjiwa

Melihat fotomu,ayah.
Ada kerinduan yang membasahi hatiku.
Saat inginku tulis tentang dirimu,
Penaku bergetar,
Kata-kataku menangis.

l a n g i t j i w a.

* 25 Desember nanti adalah hari ulang tahunmu.Kini kau telah kembali kerumah Bapa.
Malam ini wajahmu terus menari-nari dilangit jiwaku.

Liturgi.

Posted in Sajak on 18 Desember 2008 by langitjiwa

Selamat datang malam.
Ini tubuh dan jiwaku.
Bawalah menuju keheninganmu.
Bersama doa-doa cinta yang kupetik pada Ladang Kata Sang.
Walau jalannya terjal dan mendaki.
Mungkin,akan sedikit sulit,dan membutuhkan perjuangan bathin.
Tak peduli seberapa jauh perjalanan MenujuNya.

Oh…Sang,
Ini tubuh dan jiwaku.
Jadikanlah Anggur dan Roti.
Pada altar perjamuanMu malam ini.
Amin.

Tragedi Bush.

Posted in galeri, jendela kamar: on 15 Desember 2008 by langitjiwa

Menonton televisi pagi ini,ada sepatu melayang dengan cepat menuju wajah Presiden Bush.
Dengan sigap sang Presiden berhasil untuk mengelak.
Lalu,Laki-laki itu berdiri dan berteriak lantang( Sambil melemparkan kembali sepatunya); ” Ini untuk para janda,anak-anak yatim dan mereka yang kamu bunuh di Irak!”
Sepatu kedua pun melayang kembali menuju wajah sang Presiden Bush.
Kali ini nyaris mengenai wajahnya.Uh! Andai saja itu kena!

Sungguh,sebuah kejadian yang tak akan pernah untuk kita lupakan.
Seorang Presiden Adi Daya nyaris terkena sepatu oleh seorang wartawan sebuah televisi.
Dan,tentunya itu adalah sebuah hadiah Natal yang istimewa bagi Bush.

Lalu,saya berandai-andai.
Kalau ia dilempar dengan bakiak(sandal yang terbuat dari kayu produksi buatan negeri ini )Mendarat dengan mulus di hamparan wajahnya,tentu akan terasa maknyus alias kotop markotop!Di jamin sakit.
Kalau membicarakan masalah rasa sakit,tentunya belum sebanding dengan penderitaan rakyat Irak selama ini.

Dan satu lagi,saya yakin sepatu itu akan menjadi buruan para kolektor sepatu di abad ini.
Tentunya dengan harga yang sangat tinggi.
Sungguh,saya jatuh cinta dengan sepatumu itu Muntadar Al Zeidi.
Sejarah akan mencatat itu!

Untuk Presiden Bush aku hanya mau mengucapkan ; God Bless You,Mr.President.Marry Christmas and Happy New Year.

langitjiwa.

**
Muntadar al Zeidi adalah seorang wartawan Televisi Al-Baghdadia.

Mabuk.

Posted in Sajak on 14 Desember 2008 by langitjiwa

Mabuk aku!
Mendengar kata-kata yang memecah Jiwa
Yang mengelegar menembus Qalb.

Melayang jiwaku……

Tanpa kata,
Tanpa suara.
Hanya kesadaran Rasa
Aku menikmati
Kata dan suara.
Hening………..

Untukmu.

Posted in jendela kamar: on 14 Desember 2008 by langitjiwa

kamar ini tak begitu luas.
Di kamar ini pula anak-anak sajak lahir dari rahim malam.
Setelah anak-anak sajak lahir,di rawatnya dengan baik.
Diberinya susu kata agar menjadi anak-anak sajak yang montok dan tentunya mengemaskan.

Kadang,anak-anak sajak selalu saja ada yang nakal.
Tak mau diberi susu kata.
Maka,Sang empunya harus bersabar untuk merawat dan mengasuhnya.
Agar kelak ia menjadi anak sajak yang baik.
Kadang juga bila nakalnya sudah keterlaluan,akhirnya saya melepaskannya untuk pergi ke mata para pembaca.

Maka,bila ada anak-anak sajak saya yang kurang susu kata dan mengalami kekurangan gizi kata,mohon sekiranya dimaafkan.
Karena saya yang mengasuh dan merawatnya,kadang tak sabar untuk melepaskannya pergi ke mata para pembaca.

Dan mohon untuk dimaafkan.

Salamku,
langitjiwa.

  • Photobucket
  • WarungPuisi
  • ">Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
  • "Indonesians’
  • outils webmaster
    alternative media
  • Photobucket
  • Profil Facebook Langitjiwa Andra
  • Photo by: Raraindra Prakasa

    Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket
  • Galeri

    Daily Painters
    Art Gallery
    Contemporary original art for sale by painting a day artists and habitual painters, from the Daily Painters Art Gallery
    contemporary
    original art for sale

    www.dailypainters.com
  • Award From ;Alex

    Photobucket
  • Award Best Influence Blog From; GusTALKS( Semarangreview)

    Photobucket
  • Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.
  • free counter
    free counter
  • ip-location
  • menghitung hari :

    Desember 2008
    M S S R K J S
    « Nov   Jan »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • pasal 9 ayat : kata-kata

    "....menulis bagiku adalah ungkapan rasa pada jiwa dan hatiku.Dimana ia tersimpan pada langit-langit kesadaran rasa. kata-kata tercipta dari perenungan dan menyelam pada lembah hakekat kata.Walau tertuang dengan kata-kata sederhana.maka aku akan menyelaminya dimana kata-kata menjadi hikmah bagi diriku,walau itu hanya dengan satu kata-kata !" langitjiwa.
  • Cahaya Sajak

    Di bibir malam,kau menyalakan satu batang lilin kerinduan yang kau bakar dari api kata-kata sajak Cintamu Dengan kata-kata sajak cinta darimu telah menjadikan bintang-bintang di angkasa luas dan bulan purnama merah membara,dan terbakar. yang menjadikannya percikan bunga-bunga api kata-kata! Pada malam di hutan waktu yang telah menjadikan kata-kata sajakmu telah terbit dari cahaya jiwamu, dan terbaca pada matahatiku. Dan,menerangi pada ruang hatiku,selamanya! l a n g i t j i w a
  • Moon light
  • qizink la aziva

    ' ada tanda menunggu menjadi waktu'
  • Coretanku

    Berpisah denganmu, bagai mata tak berair pada telaga kerinduanku. Sungguh, terhempas aku pada celah sunyi malam yang tak terobati. l a n g i t j i w a
  • arsip

  • sahabat berkomentar:

    bluethunderheart di TERMINAL KEBERANGKATAN
    meylya di TERMINAL KEBERANGKATAN
    yos di TERMINAL KEBERANGKATAN
    yos di AMELIA
    yos di UNTUK KESEKIAN KALINYA AKU MEN…
    indra1082 di UNTUK KESEKIAN KALINYA AKU MEN…
    kutaraja di AMELIA
    kutaraja di Pukul 7.15 wib
    kutaraja di UNTUK KESEKIAN KALINYA AKU MEN…
    Goresan Sang Langit … di Tiba-Tiba Aku Membunuh Diriku…
    bluethunderheart di UNTUK KESEKIAN KALINYA AKU MEN…
    ASWAN di Jalan Sufi
    Hariez di UNTUK KESEKIAN KALINYA AKU MEN…
    fida salma di UNTUK KESEKIAN KALINYA AKU MEN…
    sunflo di Buku tamu:
  • Selamat Datang

    Terima-Kasih,sudah singgah dirumah kontrakan ini.Bila ingin melanjutkan perjalanan hati-hati di jalan Maya.
  • Subscribe in a reader
  • Brinks Home Security

    Sponsored by: Brinks Home Security
  • nasibmu..

  • kunjungan sahabat:

  • Meta