Pagi ini aku tidak akan menulis puisi yang berapi-api.
Yang akan membakar jiwamu,merontokan rasamu.
Pagi ini hanya sebuah rangkaian kata puisi sederhana,
Dimana bunga kata kupetik dari ladang hatiku.
Kuncup bunga kata mekar dan berkembang,menebarkan wangi bersama sinar matahari yang menusuk tajam pada mata jendela kamar hotelku.
Jauh darimu,ku tulis puisi sederhana ini.
Dengan Kata-katanya yang tak akan pernah habis,Tak akan habis! Untuk menulis tentangmu.
Ia akan selalu terus tumbuh dan berkembang.
Karena kau adalah; Mata air kata yang selalu mengalir membasahi ladang kata di hatiku.
langitjiwa.
(Selamat Hari Ibu,Istriku.)
**
Untuk Istriku dan Kedua Anakku (Puan Dan Pelangi);
Berpisah denganmu, bagai mata tak berair pada telaga kerinduanku. Sungguh, terhempas aku pada celah sunyi malam yang tak terobati.
Ayah.





















