SAJAK YANG TAK PEDULI
Oleh :Subagio Sastrowardoyo.
sajak yang dewasa
sudah tak peduli
apakah aku menangis atau ketawa/
di muka cermin
aku tak mengenal lagi
ia bayangan siapa/
setiap hendak kutangkap
ia lolos dari dekap
tak mampu menampung rasa/
di luar jamah
ia sebagian dari semesta
satu dengan suara manusia/
setelah ia dewasa
aku tak punya kuasa
maka kubiarkan dia berjalan merdeka
(Dan Kematian Makin Akrab, grasindo, 1995)
"....menulis bagiku adalah ungkapan rasa pada jiwa dan hatiku.Dimana ia tersimpan pada langit-langit kesadaran rasa.
kata-kata tercipta dari perenungan dan menyelam pada lembah hakekat kata.Walau tertuang dengan kata-kata sederhana.maka aku akan menyelaminya dimana kata-kata menjadi hikmah bagi diriku,walau itu hanya dengan satu kata-kata !"
langitjiwa.
Cahaya Sajak
Di bibir malam,kau menyalakan satu batang lilin kerinduan
yang kau bakar dari api kata-kata sajak Cintamu
Dengan kata-kata sajak cinta darimu telah menjadikan bintang-bintang di angkasa luas dan bulan purnama
merah membara,dan terbakar.
yang menjadikannya percikan bunga-bunga api kata-kata!
Pada malam di hutan waktu
yang telah menjadikan
kata-kata sajakmu telah terbit dari cahaya jiwamu,
dan terbaca pada matahatiku.
Dan,menerangi pada ruang hatiku,selamanya!
l a n g i t j i w a
qizink la aziva
' ada tanda menunggu
menjadi waktu'
Coretanku
Berpisah denganmu,
bagai mata tak berair pada telaga kerinduanku.
Sungguh,
terhempas aku pada celah sunyi malam
yang tak terobati.
l a n g i t j i w a