Pesan Untukku.
Kematian,
Adalah sebuah kode rahasia yang Tuhan punya.
Kemarin,ada yang mati.
Jenasahnya ditandu dalam keranda untuk menuju peristirahatan yang terakhir.
Lalu,seorang laki-laki bertubuh kecil bertanya; Siapa didalam keranda itu?
Kenapa kau bertanya seperti itu.Jangan kau bertanya siapa dia.
Sebab,sesungguhnya dia adalah kita,Dia adalah aku dan kau!
l a n g i t j i w a
5 Desember 2008 pada 04:11
astagfirullah…
kematian kelak menjemputQ…
*merinding disko*
5 Desember 2008 pada 04:26
hari ini, imam mushola meninggal….hiks2
5 Desember 2008 pada 05:19
Aku mati sebagai mineral dan menjadi tumbuhan, aku mati sebagai tumbuhan dan bangkit sebagai hewan
Aku mati sebagai hewan dan aku menjadi manusia
Mengapa aku harus takut ketika maut menjemput?
Sekali lagi aku akan mati sebagai manusia, sehingga aku dapat mengarungi dan mengangkat kepalaku di antara para malaikat
Dari sini pun aku harus berangkat; Segala sesuatu kan musnah kecuali wajahNya.
Ketika tlah kukorbankan jiwa malaikatku, aku akan menjadi sesuatu yang tak pernah terperikan oleh pikiran
Wahai,… biarkan aku tiada. Karena ketiadaan tlah membisikkan kata-kata merdu di telingaku; Sesungguhnya kepadaNyalah kita kan kembali
Rumi
5 Desember 2008 pada 05:32
Memang kita semua udah kontrak mati, tapi ntah kapan….?
Hanya Allah SWT yang Maha tahu…
5 Desember 2008 pada 07:58
hmmmm….
walaupun aku gak mudheng
keep smile aja
5 Desember 2008 pada 08:42
bang………………
sekat kata dalam pekatnya kegelihaan yang tak terbilas mestinya menjadi sebuah struktur hati berkolaborasi dengan bagan jasad kita ya,kan?
sebuah perenungan yang ajaib
salam hangat selalu
bang abang menyukai noveletku?
5 Desember 2008 pada 09:07
kematian di depan kehidupan, jaga agar hidup jangan jadi keranjang sampah !
5 Desember 2008 pada 09:39
hmm…jawaban singkat yang mengingatkan sebuah kepastian di depan kita. kapan kode rahasia lengkap menjadi angka2 yang sahih? hanya Tuhan yang tahu….biarkan menjadi rahasia…agar kita tak lalu terus menghitung hari sehingga melupakan misi diri sendiri di dunia ini…
terima kasih telah mengingatkannya, sahabat…
5 Desember 2008 pada 10:17
Singkat.. padat..dalam menyentuh hakekat…
Terimakasih sobat, telah mengingatkan…
5 Desember 2008 pada 11:06
Oh Farid
orang tua dan saudara telah meninggalkanmu
tak lama lagi giliranmu
untuk meninggalkan sesuatu.
Dan mereka yang akan kau tinggalkan
pada suatu ketika akan meniggal pula…
Berjalanlah terus menuju pantai seberang.
Matur suwun mas, hari ini aku dapat pencerahan tuk bekal hari kelak.
5 Desember 2008 pada 13:42
aku tobat, aku tobat, aku tobat … aku mungkin tobat
5 Desember 2008 pada 13:51
DALEM BANGET…PUSINYA BIKIN SAYA TAKUT…
5 Desember 2008 pada 22:14
Salam ….
sinkkat tepat …makasih sudah mengingatkan
percaya / kagak orang hidup antri untuk mati
6 Desember 2008 pada 09:53
kematian tetap misteri sepanjang sejarah manusia. Salam hangat, mas.
23 Desember 2008 pada 00:10
ini pesan untu aku juga…thanks ya….*_^