Lengang lengong berjalan di panggung trotoar.
Terlihat kakimu terbalut stoking berwarna putih pudar.
Bibir merah tersapu gincu Merk terkini.
Belahan payudaramu terlihat montok.
Tak apa,walau silikon tertanam didalamnya.
Mata mengerling,kau goda aku.Genit.
Kau kibas rambut panjangmu.
Tersenyum aku,
Melihat kau punya rambut terkait ranting pohon.
Jatuh sudah kau punya wig.
Aih,sialan..!? Terucap darimu.
Pasang kembali,
Rapihi.
Bersama malam dan hawa dingin.
Kau terus menelusuri panggung trotoar.
Yang tak akan pernah habis untuk kau jalani.
* Bundaran waru.08*
l a n g i t j i w a





















