Masukan ini dipos pada 30 Nopember 2008 00:35 dan disimpan pada Sajak . Anda dapat mengikuti semua aliran respons RSS 2.0 dari masukan ini
Anda dapat memberikan tanggapan, atau trackback dari situs anda.
Luka itu takkan pernah hilang meskipun memakai obat termujarab
Parutnya tertinggal menghiasi tubuh jiwaku
Mudah-mudahan pakaian yang ada bisa menutupinya
Sehingga citraku akan tetap terjaga
Sebagai makhluk sempurna bagai tanpa dosa.
dua baris yang menyejukkan
dua baris dalam lafal huruf brilian
dua baris penuh perenungan
dan dua baris berikutnya dalah sebuah pujian yang penuh makna
selamat siang serta sarta salam hangat selalu
*************lj**************
haloo,Blue.
selamat malam , bersama dingin menusuk tulang.
30 Nopember 2008 pada 01:16
ku percaya jahitan itu telah mencipta sehelai sapu tangan sutra
yang dapat kau pakai tuk menyeka bilur airmatamu.
********lj*********
semoga…..
30 Nopember 2008 pada 01:59
Kubersujud padaMU..
Kuserahkan hidup dan matiku..
*********lj********
amin.
**
terima kasih,Sie.
sdh berkunjung kembali di blog ini.
30 Nopember 2008 pada 02:18
Sayang benangnya putus. Dan lukaku tak tertolong.hiks
*********lj*********
Ow…!
30 Nopember 2008 pada 02:50
Dan membuang ke laut lepas, menrajut makna-makna ridhaNya. Amin.
***********lj***********
selamat malam,Pak.
senang rasanya sdh berkunjung kembali ke blog ini.
30 Nopember 2008 pada 03:37
Menbalut luka dengan penuh kesabaran dilambari kasih sayang…
***********lj*********
selamat malam,mas Toto.
senang rasanta sdh berkunjung ke blog ini.
salamku
30 Nopember 2008 pada 04:16
Luka itu takkan pernah hilang meskipun memakai obat termujarab
Parutnya tertinggal menghiasi tubuh jiwaku
Mudah-mudahan pakaian yang ada bisa menutupinya
Sehingga citraku akan tetap terjaga
Sebagai makhluk sempurna bagai tanpa dosa.
***********lj***********
mudah2an,kita diberkati olehNYa.
30 Nopember 2008 pada 05:24
Ada cerita yang mirip2 ini juga, yang nyabut paku2 di dinding. Pakunya bisa ilang, tapi bekasnya nggak.
Sama kayak luka yang sembuh, tapi masih berbekas.
Di kita, persoalan bekas luka ini masih sangat dominan
***********lj***********
lukanya meninggalkan jejak dihati.
Perih.
30 Nopember 2008 pada 05:33
Dan tetesan air mata menggores perih
*************lj*************
jejaknya masih sangat terasa,mbak.
30 Nopember 2008 pada 05:57
dua baris yang menyejukkan
dua baris dalam lafal huruf brilian
dua baris penuh perenungan
dan dua baris berikutnya dalah sebuah pujian yang penuh makna
selamat siang serta sarta salam hangat selalu
*************lj**************
haloo,Blue.
selamat malam , bersama dingin menusuk tulang.
30 Nopember 2008 pada 09:08
*geleng-geleng…
30 Nopember 2008 pada 09:09
bagus jeh.
*********lj*********
malam,mas.
gimana sdh ada berita untuk menerbitkan buku.
30 Nopember 2008 pada 11:41
Singkat Padat bermakna dalam …mantap banget pilihan kata katanya.
*********lj********
selamat malam,mas.
dan salam kenal dariku.
senang rasanya sdh berkunjung ke blog ini.
Salamku.
30 Nopember 2008 pada 11:53
Semoga jahitan itu tak ‘kan pernah terkoyak…
*********lj********
semoga….
30 Nopember 2008 pada 14:01
aku belon nyampe tataran ini
***********lj***********
jgn suka begitu,mas.
1 Desember 2008 pada 06:31
semoga rahmad Allah melindungimu.
**********lj**********
amin..amin.
1 Desember 2008 pada 11:21
Kweekk… headernya dahsyat banget….
***********lj**********
makasih,mbak.
bagaimana khbr disana.
1 Desember 2008 pada 13:48
jahit yang rapi agar suatu hari nanti dosa itu tidak jatuh berceceran dan dipungut malaikat. oh bahaya !
semoga Allah selalu melimpahkan rahmad dan karunianya untuk kita semua
* dua bait yang dahsyat ! huhuhu
2 Desember 2008 pada 20:33
begitu sulit aku meninggalkan keberdosaanku
seperti ketikaku membasahi benang dengan ludahku
agar mudah masuk dalam jarum ini
4 Desember 2008 pada 04:30
Puisinya sangat singkat, tapi penuh makna. Aku salut…