Sajak Buat Emak.
Aku hanya sebuah wajah lautan yang gelisah.
Yang terhempit di celah dinding karang kerinduan.
Kerinduan akan peluk kasih dan cinta Emak.
Dengan jari-jarinya ia membelai kepalaku.
Menenangkan Jiwa yang gelisah.
Aku terharu,
Melihat Emak dengan sabar,berusaha dan terus berdoa
untuk merajut seribu nasib.
Ku hampiri Emak,
Kurebahkan tubuh kecilku,
Didalam pelukan Emak.
Menetes air mataku membasahi kain kemben Emak.
Ku rangkul kaki kecilnya.
kubasuh dalam bejana.
Ku raup airnya,untuk membasuh wajahku.
Lama Emak memandangiku,lalu
Kedua tangannya membelai kepalaku.
Sambil Ia terus berdoa,
Aku merasakan ada yang mengalir di samudera jiwaku.
Menenangkan wajah lautan yang gelisah pada diriku.
l a n g i t j i w a
25 Nopember 2008 pada 11:56
*********lj*********
kenapa,mas?
kangen sama ibu yah.
25 Nopember 2008 pada 13:00
kangeeennn emak….
******lj*******
cepat segera pulang…
25 Nopember 2008 pada 13:01
kata2 ibu adalah doa yang tersirat.
doa ibu membuka jendela rahmat.
semoga, hari ini ibu mendoakanku…
*******lj*******
Doa Ibu bersama Tuhan.
25 Nopember 2008 pada 14:39
sebab ia tak pernah berhenti memberi untuk sandaran jiwanya..
iapun tak akan meninggalkan buah hatinya menjauh dari pelukannya yang selalu hangat..rebahkanlah segalanya di punaknya, ia takkan merasa beban, ia akan menyejukkan dahaga…
*******lj*******
malam ini aku di dalam peluk ibu.
25 Nopember 2008 pada 16:11
Bagus sekali sajak ini, apalagi sajak untuk seorang hamba yg termulia yg masih ada di muka bumi ini… Itulah Ibu bahkan ia lebih mulia 3 kali diatas Bapak kita demikialah yg diriwayatkan Imam Bukhari dari Rasulullah SAW.
*********lj*********
terima kasih,Pak Ria.
Senang rasanya sdh berkunjung ke blog ini.
salam hangat selalu.lj.
26 Nopember 2008 pada 00:11
emak….hanya dia sumber dari segala sumber…puisi yang bagus pak…
********lj********
Mataair cinta dan kasih tak akan pernah habis dari telaga hati seorang Ibu.
26 Nopember 2008 pada 00:25
jadi kangen emak..ingin pulaaaaaaaang……
********lj*******
mau dibawakan apa oleh2 untuk ibu,bang.
26 Nopember 2008 pada 00:41
Selalu mama…. ^_^
******lj******
yg tak akan pernah habis untuk di tuliskan dgn kata-kata…
26 Nopember 2008 pada 00:44
kegelisahan itu belum hilang ya, abadi mungkin.. ^_^
***********lj**********
tak tahu sdh beberapa malam ini,wajah kegelisahanku bagai awan hitam pekat.
26 Nopember 2008 pada 01:36
Bundaaa…..aku kangeeen…(*hikz…)
********lj*******
Bunda,tunggu kamu datang,nak.
26 Nopember 2008 pada 01:47
salam mas:) kpn ke malang kita kopdar
*******lj*******
kapan2,mas. kalau saya dinas luar ke daerah malang.
nanti saya menghubungi,mas.
oh iya nomor tlpnnya brp?hehe….
26 Nopember 2008 pada 02:14
linguistik adalah 1/10 kecerdasan manusia berdasarkan penelitian neoropsikologi terkini…bravo Mas..:)
*********lj*********
terima kasih,mas.
senang rasanya sdh berkunjung ke blog ini.
salamku.
26 Nopember 2008 pada 02:22
bagus sajaknya …. mantab….
wah jadi kangen rumah nich
******lj*******
jadi,kapan segera untuk pulang,mas.
26 Nopember 2008 pada 03:23
begitu baca puisi ini kangenku pada ibu gak tertahankan tapi Allah sudah memanggilnya, bagiku ibu adalah segalanya andai dia ada……………..
**********lj*********
Dia selalu ada,
bersama hati ini.
26 Nopember 2008 pada 09:22
jadi makin pingin pulang kampung, nengokin ibuku…..hiks
********lj*******
kalau begitu segera pulang,mas.
26 Nopember 2008 pada 12:27
sudah malam ,bang pasti abang merindukan sang bunda,ya? semoga bahagia semuanya ya,bang?
salam hangat selalu
*********lj*********
iya,aku merindukannya,Blue.
27 Nopember 2008 pada 08:22
jadi terharu nih,,, jadi makin rindu ma ibuQ..
********lj********
lalu,kenapa tdk segera pulang.Lihat ibu utk melepas rindu.
27 Nopember 2008 pada 10:21
Emak,,,,, Maafin ananda ya…
**********lj********
kamu nakal,yah,hehehe…..
27 Nopember 2008 pada 12:42
Salam …mama + mama +mama
kala saya ingat akan Engakau
kala aku ingat masa kecilku
kala aku masih menyusu dan masih dalam timanganmu
baik buruknya mamamu adalah terdapat Surga untukku
***********lj**********
iya,Ibu segalanya bagi saya.
27 Nopember 2008 pada 14:02
ibu…
jadi kangen
*mbayangin meluk ibu
******lj*******
alangkah indahnya
27 Nopember 2008 pada 23:45
Emak… sebuah panggilan yang berakhir pada telaga kasih yang tak pernah kering. Nangis deh, gak punya emak
(
**********lj**********
maaf,bila aku sdh membuat kau bersedih.
28 Nopember 2008 pada 01:43
persembahan cinta untuk para emak di seluruh dunia.
dari “langit jiwa”.
dan pintaku untuk ibu,
maafkan daku!!!
********lj********
jgn nakal2 yah,nak, hehehe….
28 Nopember 2008 pada 05:20
Emak….., jadi inget sama emak…
jum’at kliwon lagi…
******lj*****
nah,loh…
28 Nopember 2008 pada 09:49
selamat malam bang
aku membacanya lagi tulisan ini……..
salam hangat selalu
**********lj**********
terima kasih,Blue,
sudah mampir kembali di rumah ini.
28 Nopember 2008 pada 10:38
ibu (emak,mbok dll) ibarat pahlawan ditengah kejamnya penjajahan, ibarat cahaya suci dalam kekelaman, ibarat setetes embun ditengah dahaga, ibarat arah ditengah kesesatan, saya sendiri cukup (sangat) bahagia bisa mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu, tapi kadang saya berpikir, apa yang dirasakan mereka yang tidak pernah merasakan kasih sayang dari ibunya, seberapa menderita mereka…………
hilz…hizk…
*salam kenal
***********lj***********
ow,untuk saat ini pun aku tak sanggup utk bertanya kepadanya.
**
terima kasih, sudah berkunjung ke blog ini,
dan salam kenal dariku.
28 Nopember 2008 pada 11:37
Kangen Ibuk… huehuehue…
(
*********lj*******
cup..cup..jgn sedih yah,hehe….
28 Nopember 2008 pada 14:42
aku suka puisinya bro…keep ur spirit my bro
********lj********
terima kasih,mas.
sdh berkunjung ke blog ini.
dan salam kenal selalu dari saya di Sidoarjo.
28 Nopember 2008 pada 23:48
Mas LJ, kemanakah dirimu???
**********lj**********
saya tidak kemana2,dek.
ada di tumpukan kata-kata.Coba kamu cari,hehehe…..
29 Nopember 2008 pada 00:07
ma…………………………………
29 Nopember 2008 pada 12:19
ibu
aku masih saja selalu bikin dia sedih. semoga dimasa depan aku bisa melihat ibu tersenyum bangga padaku.
29 Nopember 2008 pada 22:24
Surga berada ditelapak kaki ibu, Semoga kita termasuk orang yang bisa memuliakan Ibu karena jasa mereka dalam melahirkan sampai dengna membersarkan kita. Thanks
30 Nopember 2008 pada 23:29
Emak.. inspirasi yang tiada pernah habisnya