Aku Bertanya kepadamu,Siapakah Aku?
Pada awalnya aku hanya setetes mani,lalu tersimpan pada induk rahim Ibuku.
Maka,setelah melewati masa sembilan bulan berada dikandungan Ibuku.Aku lahir.
Sebelum aku lahir bapak sibuk mencari sebuah nama yang bagus dan bermakna untuk diriku.
Bapak teringat Sabda kanjeng nabi untuk memberi nama-nama yang baik dan bagus untuk sijabang bayi,bila ia kelak terlahir di alam dunia ini.
lalu,
Bila aku sudah bernama,nama diberi oleh kedua orang tuaku.
Lalu,aku pun bertanya kepadamu.
Siapakah aku saat aku belum mempunyai nama?Nama belum tercipta untuk diriku.
Saat aku masih berada didalam rahim ibuku?
Siapakah sejatinya aku?
Bersama malam dihutan sepi,aku menunggu jawabmu.
l a n g i t j i w a
13 Oktober 2008 pada 04:58
kalo nggak salah kamu kan bukan aku!
*****LJ*****
makanya aku bertanya padamu,siapakah aku?hahahaha….
13 Oktober 2008 pada 05:15
Jika masih berada di rahim Ibu,… itu namanya Janin.
Jika sudah keluar dari rahim Ibu,.. itu namanya bayi.
Jika sudah besar seperti sekarang ini, itu namanya Langit Jiwa
*************lj**************
hahahahaha..,betulkah aku langitjiwa?
13 Oktober 2008 pada 06:52
jika kamu sama aku berarti kita
jika kamu sama dia berarti kalian
jika kamu sama istri berarti pasutri
jika kamu sama wanita lain (waduh .. jangan sampe ..)
hehehe…
**********lj***********
hahahahaha…..
13 Oktober 2008 pada 10:57
Selamat malam langit jiwa
***********lj*********
selamat malam kembali.mas laporan
13 Oktober 2008 pada 10:57
kau adalah sahabatku
kau sahabatku
sahabatku
*********lj***********
sahabatku Achoey Sang Khilaf
13 Oktober 2008 pada 11:41
pandanglah adamu, sebagai isyarat ada-Nya. bertanyalah kepada dirimu, siapa tahu ada sebuah jawaban untukmu. selamat malam.
**************lj******************
kalau begitu biarkan aku mengali aku didalam AKU
13 Oktober 2008 pada 14:01
tak akan pernah susah bagiku untuk mengetahui siapa abang,karena abang is…….sejuta inspirasi bg seniman2.abang is………sejuta kebaikan yg hadir di padang perjalanan. abang is……………salam hangat selalu saja dulu ya,bang. abang hebat
************lj************
hahahaha..blue,blue…
siapakah aku ini,sampai bisa membuat inspirasi bagi seniman2.
aku masih mencari bentukku,bule. masih aku mencari……..
salam hangat kembali buatmu,blue.
13 Oktober 2008 pada 15:46
halo kang, pa kabar??
keluarga sehat kan kang??
*********lj**********
khbara baik,kang
keluarga sehat2 selalu.
bagaimana dgnmu,kang?
14 Oktober 2008 pada 04:45
monologue langitjiwa selalu membuat saya kagum.
tapi bang, kadang, ada beberapa pertanyaan yg engga perlu jawaban. sekedar agar tanda tanya berfungsi.. ^_^
***********lj***********
hehehe..
terimakasih atas ralatnya,kang cantigi
14 Oktober 2008 pada 05:43
sebuah puisikah ?? hmmm..salut !! saya merinding bacanya
*********lj*******
aku pun merinding saat kau membaca tulisanku,wee
14 Oktober 2008 pada 10:43
Semua berasal dariNya dan akan kembali kepadaNya.
************lj***********
iya,kita akan kembali kepadaNYa.
14 Oktober 2008 pada 23:37
Aku bukan Kamu..
Kamu bukan Aku…
Hmmm Hmmm Aku bukan siap-siapa
**********lj***********
lalu kalau kau bkn siapa2 apalagi aku,kang. hahahahaha….
15 Oktober 2008 pada 02:01
jangan pernah bertanya siapa dirimu dulu…
jadilah saja mahluk-Nya yang selalu bersujud mengikuti uraian waktu…
***********lj*************
kalau begitu ajari aku bersujud dengan baik dan benar,sobat.
15 Oktober 2008 pada 03:30
kalo masih dalam rahim ibu….ya namanya jabang bayi pak, hehehehehe….
*********lj***********
hahahahaha….
15 Oktober 2008 pada 04:11
Berasa disajikan galau kegundahan eksistesi asal mula kita
sepertinya kita memang harus sering bertanya
*****lj******
itulah bertafakur,kalau begitu mari kita sama2
15 Oktober 2008 pada 06:44
kamu adalah jiwa..jiwa yang turun dari langit..
*****lj*****
hahahahahahaha…
15 Oktober 2008 pada 06:47
kau bertanya siapa dirimu?
maka ku tanyakan kembali
hendak menjadi siapa kau ingin?
Jawabku..kau adalah kekasih yang menunggu …
kau adalah sahabat tempat ku mengadu
kau adalah kau….yang aku rindu…
*****lj*****
di senja matamu
ada rindu itu….
15 Oktober 2008 pada 07:00
Kamu kan Langitjiwa..?? jadi pelupa ya mas…??? heuheu..
Salut buat mas Langitjiwa, sebuah rangkaian kata penuh makna..
*********lj*********
betulkah aku langitjiwa?
salam kenal dariku,mas. senang rasanya sdh berkunjung keblog ini.
15 Oktober 2008 pada 07:12
sesuatu yang belum berjiwa …
****lj***
slmt mlm dan salam kenal selalu,mas
15 Oktober 2008 pada 08:04
nama mas sebelum dilahirin itu air m*n* … jorok ih saya.
*mules*
******lj******
hahahahahaha….
15 Oktober 2008 pada 15:13
selamat tengah malam mas….selamat berkelana mencari jati diri…
********lj*******
selamat tengah mlm kembali,mbak.
masih aku mengembara dihutan malam.
16 Oktober 2008 pada 00:12
Saya juga ingin betanya siapakah aku dan di manakah aku ketika masih belum menjelma menjadi setetes air mani?
16 Oktober 2008 pada 06:51
coba kalo kita sama-sama berada pada rahim yang sama . pasti kita bisa diskusikan banyak hal kali ya. termasuk pertanyaan soal siapakah saya-nya….hehehe
16 Oktober 2008 pada 11:03
aku sahabatmu
17 Oktober 2008 pada 05:05
Kalau aku ya aku sendiri.
17 Oktober 2008 pada 10:11
jangan bertanya padaku,
sebab aku pun masih ingin
bertanya padaNYA
19 Oktober 2008 pada 05:37
Jika kamu aku adalah dekat
jika kamu dia adalah jauh
jika kamu kamu adalah jati diri,
jika sudah punya jati diri pasti orangnya suka tahu diri
kali aja yah/
19 Oktober 2008 pada 20:47
Atau mungkin bisa disebut “insan” ?
Hanya DIA yang Maha Tahu.
19 Oktober 2008 pada 23:27
wooooohhh om langit jian top tenan..
20 Oktober 2008 pada 14:30
aku tak akan bertanya siapakah aku ?
tapi untuk apa aku disini ?
salam
http://www.akuyangmati.wordpress.com
21 Oktober 2008 pada 06:15
tidaklah kau pantas bertanya siapa dirimu
melainkan
tanyalah, akan jadi apa dirimu..
23 Oktober 2008 pada 22:34
Sahabatku Langitjiwa, saya jadi teringat lagunya the Mercys, “Ayah”, “…Ayah aku ingin bertemu, walau hanya dalam mimpi…”
Salam.
23 Oktober 2008 pada 23:42
Bahwa kamu adalah makhluk 2 sel, 4 sel, 8, 16, 32 dst.
Dari morula, blastula dst, jadi dech …
6 Nopember 2008 pada 05:33
saat belum ada nama, tahukah Qta, betapa org2 di skitar Qta mengharapkan Qta segera memperdengarkan tangisa pertama Qta yang akan membuat mereka menitikkan air mata bahagia…
Tidakkah Qta menjadi merasa begitu berarti bagi ayah Qta, yang senantiasa mendekatkan telignya di perut sang ibu, mendengar Qta menendang2, dan ibu tersenyum dalam doanya, kelak Qta punya nama untuk doa bagi sang jiwa yang meski masih tanpa nama, tapi begitu bernilai…tanpa nama