Aku Bertanya kepadamu,Siapakah Aku?

Pada awalnya aku hanya setetes mani,lalu tersimpan pada induk rahim Ibuku.
Maka,setelah melewati masa sembilan bulan berada dikandungan Ibuku.Aku lahir.
Sebelum aku lahir bapak sibuk mencari sebuah nama yang bagus dan bermakna untuk diriku.
Bapak teringat Sabda kanjeng nabi untuk memberi nama-nama yang baik dan bagus untuk sijabang bayi,bila ia kelak terlahir di alam dunia ini.

lalu,
Bila aku sudah bernama,nama diberi oleh kedua orang tuaku.
Lalu,aku pun bertanya kepadamu.
Siapakah aku saat aku belum mempunyai nama?Nama belum tercipta untuk diriku.
Saat aku masih berada didalam rahim ibuku?
Siapakah sejatinya aku?
Bersama malam dihutan sepi,aku menunggu jawabmu.

l a n g i t j i w a

34 Tanggapan ke “Aku Bertanya kepadamu,Siapakah Aku?”

  1. kalo nggak salah kamu kan bukan aku!

    *****LJ*****
    makanya aku bertanya padamu,siapakah aku?hahahaha….

  2. Jika masih berada di rahim Ibu,… itu namanya Janin.
    Jika sudah keluar dari rahim Ibu,.. itu namanya bayi.
    Jika sudah besar seperti sekarang ini, itu namanya Langit Jiwa :D

    *************lj**************
    hahahahaha..,betulkah aku langitjiwa?

  3. jika kamu sama aku berarti kita
    jika kamu sama dia berarti kalian
    jika kamu sama istri berarti pasutri
    jika kamu sama wanita lain (waduh .. jangan sampe ..)
    hehehe… :)

    **********lj***********

    hahahahaha…..

  4. Selamat malam langit jiwa

    ***********lj*********
    selamat malam kembali.mas laporan

  5. kau adalah sahabatku
    kau sahabatku
    sahabatku
    *********lj***********

    sahabatku Achoey Sang Khilaf

  6. pandanglah adamu, sebagai isyarat ada-Nya. bertanyalah kepada dirimu, siapa tahu ada sebuah jawaban untukmu. selamat malam. :cool:

    **************lj******************

    kalau begitu biarkan aku mengali aku didalam AKU

  7. tak akan pernah susah bagiku untuk mengetahui siapa abang,karena abang is…….sejuta inspirasi bg seniman2.abang is………sejuta kebaikan yg hadir di padang perjalanan. abang is……………salam hangat selalu saja dulu ya,bang. abang hebat

    ************lj************

    hahahaha..blue,blue…
    siapakah aku ini,sampai bisa membuat inspirasi bagi seniman2.
    aku masih mencari bentukku,bule. masih aku mencari……..
    salam hangat kembali buatmu,blue.

  8. halo kang, pa kabar??
    keluarga sehat kan kang??
    *********lj**********

    khbara baik,kang
    keluarga sehat2 selalu.
    bagaimana dgnmu,kang?

  9. monologue langitjiwa selalu membuat saya kagum.
    tapi bang, kadang, ada beberapa pertanyaan yg engga perlu jawaban. sekedar agar tanda tanya berfungsi.. ^_^

    ***********lj***********

    hehehe..
    terimakasih atas ralatnya,kang cantigi

  10. sebuah puisikah ?? hmmm..salut !! saya merinding bacanya

    *********lj*******
    aku pun merinding saat kau membaca tulisanku,wee

  11. Semua berasal dariNya dan akan kembali kepadaNya.

    ************lj***********

    iya,kita akan kembali kepadaNYa.

  12. Aku bukan Kamu..
    Kamu bukan Aku…
    Hmmm Hmmm Aku bukan siap-siapa

    **********lj***********

    lalu kalau kau bkn siapa2 apalagi aku,kang. hahahahaha….

  13. jangan pernah bertanya siapa dirimu dulu…
    jadilah saja mahluk-Nya yang selalu bersujud mengikuti uraian waktu…

    ***********lj*************

    kalau begitu ajari aku bersujud dengan baik dan benar,sobat.

  14. kalo masih dalam rahim ibu….ya namanya jabang bayi pak, hehehehehe….

    *********lj***********

    hahahahaha….

  15. Berasa disajikan galau kegundahan eksistesi asal mula kita

    sepertinya kita memang harus sering bertanya

    *****lj******
    itulah bertafakur,kalau begitu mari kita sama2

  16. kamu adalah jiwa..jiwa yang turun dari langit.. :-)

    *****lj*****

    hahahahahahaha…

  17. kau bertanya siapa dirimu?

    maka ku tanyakan kembali

    hendak menjadi siapa kau ingin?

    Jawabku..kau adalah kekasih yang menunggu …

    kau adalah sahabat tempat ku mengadu

    kau adalah kau….yang aku rindu…

    *****lj*****

    di senja matamu
    ada rindu itu….

  18. Kamu kan Langitjiwa..?? jadi pelupa ya mas…??? heuheu.. :smile:
    Salut buat mas Langitjiwa, sebuah rangkaian kata penuh makna.. :wink:

    *********lj*********

    betulkah aku langitjiwa?
    salam kenal dariku,mas. senang rasanya sdh berkunjung keblog ini.

  19. sesuatu yang belum berjiwa … :)

    ****lj***
    slmt mlm dan salam kenal selalu,mas

  20. nama mas sebelum dilahirin itu air m*n* … jorok ih saya.

    *mules*
    ******lj******

    hahahahahaha….

  21. ladangkata Berkata

    selamat tengah malam mas….selamat berkelana mencari jati diri…

    ********lj*******

    selamat tengah mlm kembali,mbak.
    masih aku mengembara dihutan malam.

  22. Saya juga ingin betanya siapakah aku dan di manakah aku ketika masih belum menjelma menjadi setetes air mani? :D

  23. coba kalo kita sama-sama berada pada rahim yang sama . pasti kita bisa diskusikan banyak hal kali ya. termasuk pertanyaan soal siapakah saya-nya….hehehe

  24. Kalau aku ya aku sendiri.

  25. jangan bertanya padaku,
    sebab aku pun masih ingin
    bertanya padaNYA

  26. Jika kamu aku adalah dekat
    jika kamu dia adalah jauh
    jika kamu kamu adalah jati diri,
    jika sudah punya jati diri pasti orangnya suka tahu diri

    kali aja yah/

  27. Atau mungkin bisa disebut “insan” ?
    Hanya DIA yang Maha Tahu.

  28. wooooohhh om langit jian top tenan..

  29. aku tak akan bertanya siapakah aku ?
    tapi untuk apa aku disini ?

    salam
    http://www.akuyangmati.wordpress.com

  30. tidaklah kau pantas bertanya siapa dirimu
    melainkan
    tanyalah, akan jadi apa dirimu..

  31. Sahabatku Langitjiwa, saya jadi teringat lagunya the Mercys, “Ayah”, “…Ayah aku ingin bertemu, walau hanya dalam mimpi…”
    Salam.

  32. Bahwa kamu adalah makhluk 2 sel, 4 sel, 8, 16, 32 dst.
    Dari morula, blastula dst, jadi dech …

  33. saat belum ada nama, tahukah Qta, betapa org2 di skitar Qta mengharapkan Qta segera memperdengarkan tangisa pertama Qta yang akan membuat mereka menitikkan air mata bahagia…
    Tidakkah Qta menjadi merasa begitu berarti bagi ayah Qta, yang senantiasa mendekatkan telignya di perut sang ibu, mendengar Qta menendang2, dan ibu tersenyum dalam doanya, kelak Qta punya nama untuk doa bagi sang jiwa yang meski masih tanpa nama, tapi begitu bernilai…tanpa nama

Leave a Reply