Doa Ayah
Tuhanku,jadikanlah anakku
seseorang yang cukup kuat mengetahui kelemahan dirinya.
Berani menghadapi kala ia takut
Yang bangga dan tidak runduk dalam kekalahan yang tulus
Serta rendah hati dan penyantun dalam kemenangan.
Oh,Tuhan jadikanlah anakku
Seseorang yang tahu akan adanya Engkau
dan mengenal dirinya sebagai dasar segala pengetahuan
Ya,Tuhan bimbinglah ia
Bukan di jalan yang gampang dan mudah
tetapi di jalan penuh desakan,tantangan,dan kesukaran
Ajarilah ia:
Agar ia sanggup berdiri teguh ditenagh badai
Dan,belajar mengasihi mereka yang tidak berhasil
Ya,Tuhan jadikanlah anakku
Seorang yang berhati suci,bercita-cita luhur
Sanggup memerintah dirinya sebelum memimpin orang lain
Mengejar masa depam tanpa melupakan masa lalu.
Sesudah semuanya membentuk dirinya
Aku mohon Ya Tuhan
Rahmatilah ia dengan rasa humor
Sehingga serius tak berlebihan
Berilah kerendahan hati,kesederhanan dan kesabaran.
Ini semua Ya Tuhan
Dari kekuatan dan keagunganMU itu
Jika sudah demikian Tuhanku
Beranilah aku berkata:
” Tak sia-sia aku hidup sebagai Ayahnya.”
*Coretan : General Douglas Mc. Arthur ditengah perang pasifik.
l a n g i t j i w a
1 September 2008 pada 10:04
Hihihih pertamax yeesss
1 September 2008 pada 10:09
Isi doanya kumplit, insyaallah baik untuk diamalkan om
1 September 2008 pada 11:53
apa si pertamax maksudnya
Doanya emang bagus (angguk2 liat commentnya mbak rita, jadi agak2 ngerti sdikit perasaan ayah gimana (maklum blum nikah
)
btw ketigax dulu juga deh
1 September 2008 pada 13:29
terharu bgt bacanya,,,
1 September 2008 pada 19:10
Amin. Amin. Amin.
1 September 2008 pada 22:41
saya meng-Aminkan juga mas …
1 September 2008 pada 22:43
Ada sedikit rahasia nih. Mau tahu. Do’a orang tua seperti keramat. Terlebih jika doa jelek doa ayah lebih mustajab, tapi jika doa yang baik maka doa ibu yang lebih hebat. Intinya jangan mendoakan jelek pada anak, bisa berabe nanti.
Salam kenal.
1 September 2008 pada 23:28
Aminnnnnnnnnnnnn!
2 September 2008 pada 00:20
surat ini memang terkenal yah?
2 September 2008 pada 02:33
subhanallah
2 September 2008 pada 03:33
amien
2 September 2008 pada 04:09
Seandainya saja ayah saya begitu…
2 September 2008 pada 04:38
saya juga mo ucapin slamet mnunaikan ibadah puasa buat Ayah saya!!
moga dia puasa nya kuat !!
2 September 2008 pada 06:18
Apa bapakku berdoa juga untuk kami yaaa?
2 September 2008 pada 07:13
[...] Selamat Idul Fitri 1429 H Posted September 2, 2008 Filed under: Catatan Kawan, Kisah | Tags: idul fitri, Islam, lebaran, puasa | Pada awal puasa kemaren, aku ikutan puasa ngeblog. Seharian aku cuma di rumah, maen sama kafka sambil namatin buku ‘A to Z Perfilman Indonesia’ karya Ekky Malaky. Saat blogwalking, ternyata banyak sekali teman-teman yang ngepost tentang puasa, seperti tentang ‘prakiraan cuaca’ bulan puasa versi Arul, tentang si Ammar yang suasana berpuasanya berbeda lantaran sudah tak ada bunda. Bahkan hingga refleksi Ramadhan dari pak guru Sawali , atau ucapan marhaban Ramadhan gaya bunda Menik. Namun sayangnya, saya tak menemukan puisi tentang puasa di rumah langitjiwa, yang kutemukan hanya doa ayah. [...]
2 September 2008 pada 07:18
amin
2 September 2008 pada 08:25
anak yang mendapat doa ini pasti bahagia…
selamat puasa mas..
2 September 2008 pada 13:58
Selamat malam langit jiwa.
3 September 2008 pada 00:13
“Ya,Tuhan bimbinglah ia
Bukan di jalan yang gampang dan mudah
tetapi di jalan penuh desakan,tantangan,dan kesukaran …”
Sungguh Ayah yang luar biasa …
3 September 2008 pada 02:59
mumpung ramadhan
KEPADA PARA BLOGGER YANG SEDANG BERPUASA ..SEKALIAN …..YANG MAMPIR KESINI..
SAYA MINTA TOLONG DI BANTU,….
COBA KE
http://galeter.wordpress.com
3 September 2008 pada 05:01
Bagus banget puisinya, saya pengen menjadi anak seperti itu.
3 September 2008 pada 05:10
TIDAK ADA SERIGALA MEMANGSA ANAKNYA,
TIDAK ADA ORANG TUA YANG MENGINGINKAN ANAKNYA MENDERITA,
TIDAK ADA ORANG TUA YANG MEMBERI RACUN, TETAPI PASTILAH MADU YANG MANIS,
APALAGI TUHAN YANG MAHA MURAH, PASTI AKAN MENGABULKAN PERMINTAAN UMATNYA,
DAN MENGANUGERAHINYA DENGAN KASIH YANG TAK MENGENAL BATAS.
3 September 2008 pada 17:54
Subhanallah. Aku hanya bisa mengunjungi makamnya kini…
4 September 2008 pada 02:03
Wah, doanya sangat mengharukan nih.
4 September 2008 pada 02:57
AMIN!!!!!!!!!
4 September 2008 pada 06:01
Setahu saya doa nak ke pada orang tuanya…, wah baru tau ternyata ayah juga punya doa juga yachh..( bukan bias gender…ternyata walaupun ayah kelihatannya cuek dan kurang perhatian dengan anak di hati kecilnya memiliki harapan dan masa depan buat anaknya….walaupun anak hanya mengetaui kasih sayang dari seorang ibu yang mengisi harinya)..semoga allah menjadikan kita tiang dalam amanhnya
6 September 2008 pada 03:32
amin…tak kirain sampean sendiri yg bikin oom…tiwas sedih