Desember
Bersama duka yang telah menjadikan awan menghitam pada hatiku.
Melihat tubuhmu yang telah terbaring dalam nyanyian kidung senja. Yang membawa ruhmu terbang menuju pada alam keabadaian.
Satu persatu para sahabatku mengucapkan rasa bela sungkawa yang teramat dalam, serta memberikan kata-kata untuk menenangkan gelombang rasa pada bathinku.
Disini,di tempat ini kau telah beristirahat dengan tenang di dalam tidur panjangmu.
Bersama bunga-bunga mawar merah kau peluk pada perjalanan ruhmu menuju alam JabarutNya.
Di sini ,di tempat ini pula aku menangis,menangis dalam kebahagian. Karena pada akhirnya Tuhan telah memilih yang terbaik pada perjalanan hidupmu.
Bersama berjuta nyanyian kidung senja,jatuh sudah airmataku…….
Menangislah,
menangislah sampai airmatamu habis,kekasihku.
Biarkan airmata itu mengalir pada celah-celah hatimu
agar tercipta sebuah telaga,
telaga yang terpenuhi oleh airmata,airmata Keabadian.
yaitu; airmata cinta!
Menangislah,
menangislah dengan rasa bahagia dan suka cita,kekasihku.
Karena kau dan aku akan bertemu kembali pada tanah surga yang telah di janjikanNya.
Karena kematian adalah pintu menuju pada kehidupan kekal.
Dan pintu itu harus kita masuki bersama cahaya cinta yang akan menyinari ruhmu dan ruhku.
menangislah,
menangislah,kekasihku
Menangis bersama doa yang datang dari rasa hati dan jiwamu.
Agar ruhku merasakan kehadiran getar-getar gelombang rasa doa cinta darimu.
Perlahan-lahan,aku mulai beranjak dan menekurkan wajahku pada bumi.
Dan kakiku mulai melangkah meninggalkan komplek pemakaman ini.
Bersama daun-daun kamboja jatuh satu-satu pada tanah bumi
Diriku menghilang pada tepian bibir senja di penghujung bulan Desember ini.
langitjiwa
4 Juli 2008 pada 13:30
hmm saya masih bingung mengartikannya….
but nice one
4 Juli 2008 pada 13:46
semoga langkah kita selalu dimudahkan
seperti saya yang akan mengadakan kopdar bloggersumut yang ke 2, mohon doa dan dukungannya ya’
4 Juli 2008 pada 14:18
Siapa yang ninggal mas?
4 Juli 2008 pada 14:33
desember yang kelabu yang KAng ?
4 Juli 2008 pada 15:43
lha orang meninggal bisa menangis yah??
bingung nih..bukan sastrawan sih..
5 Juli 2008 pada 00:34
Sungguh menyedihkan ketika perpisahan begitu jauh di alam yang berbeda.
5 Juli 2008 pada 02:16
Kang, ini beneran atau …
cuma iseng, sebagaimana foldernya “iseng”.
6 Juli 2008 pada 00:01
It’s my december…..
7 Juli 2008 pada 22:45
kematian hanya mimpi panjang
maka mimpi indahlah engkau..
*kata Mas Ebiet*
13 Juli 2008 pada 03:22
once a man left me on december…
hihihihi
ko jadi pengen denger lagunya Linkin Park yang My December yaaaaaaaaaaa ::D