Membangun Harapan dari Lautan Lumpur
Hari kamis tanggal 29 mei dua tahun yang lalu lumpur lapindo menggenangi sebagian wilayah Porong,Sidoarjo. Semburan lumpur terus keluar dari perut bumi,sementara solusi yang tepat untuk menghentikannya belum ketemu sampai sekarang.
Tragedi lumpur ini telah menjadi perbincangan nasional maupun internasional.
Selama solusi masih terus dicari,hidup tak boleh behenti.Semangat pun jangan sampai mati. Di antara para korban lumpur,ada yang yakin dengan hal itu. Di tengah keterpurukan mereka tetap bekerja keras,meraih kembali mimpi hidup yang ditenggelamkan lumpur.(kum )Jawa Pos. Kamis 29 Mei 2008.
kepada Lusi,
Dalam kesedihan,
aku berjuang untuk yang terbaik dari segala hidupku yang hilang.
Yang telah hilang,terbenam,dalam airmatamu.
..dibibir senja aku menatapmu dari balik jendela hatiku.
*Lusi: lumpur sidoarjo*
langitjiwa

30 Mei 2008 pada 10:39
dan karena lumpur itu
beribu pilu tak terobati
***********lj**************
pilu menyayat hati,miris.
30 Mei 2008 pada 10:39
Semoga semua tetap tabah, Tuhan pasti punya rencana yang terbaik bagi hambanya [Warga Sidoarjo].
********************lj****************
amin,mas.
30 Mei 2008 pada 10:40
Wahhh …. saya kalah klik nih sama mas Achoey.
************lj**************
haha…
30 Mei 2008 pada 12:41
salam
kenyataan memang mengharuskan life must go on toh, akh kok bisa ya menjadi pengungsi di negeri sendiri, terbuang tanpa arti seperti anak ayam kehilangan induk, setiap melihat tayangan tragedi ini saya ga bisa menahan diri untuk tidak mengeluarkan air mata hiks
****************lj*****************
ironis dan menyedihkan,mas.
30 Mei 2008 pada 14:51
Tak bisa berkata-kata lagi.
**************lj************
ya begitulah,pak. apa yg dikatakan sobat kita menjadi pengungsi di negeri sendiri.
31 Mei 2008 pada 01:10
aku speechless Kang…
sampai kapan semua ini akan begini
hanya Allah yg tahu
*maafkan diriku ya, jarang kesini…
tau2 Kang langit dah ganti themes lagi… Ireng bangedh
*
*****************lj******************
hallo,bunda. gak apa2 bunda.
hehe..iya saya ganti lagi themesnya mau cari suasana baru,bunda.
gimana si’kaka sehat?
31 Mei 2008 pada 02:23
Semoga semua yang jadi korban, baik materiil maupun moril tetap tabah, sabar, dan terus berjuang untuk hidup yang lebih baik.
Bangkitlah…!!!
Masih ada matahari untuk esok pagi.
Dan pagi-pagi berikutnya.
31 Mei 2008 pada 02:24
Upp..
Mas, saya baru saja nautkan blog sampeyan…
Gak papa kan?
31 Mei 2008 pada 05:22
lusi? parjo dong….
*lumpur sidoarjo
semoga masalah ini segera selesai
31 Mei 2008 pada 05:39
katanya lokasi semburannya mau di jadikan objek wisata yah?
31 Mei 2008 pada 08:17
Bangsa yang kuat bukanlah bangsa yang tak pernah dihajar masalah.