menari kau dan aku
kamu tahu,kekasihku…….
mentari datang dan kembali pada kediamannya
setelah ia menyinari tanah bumi oleh cahaya kasihnya
lalu…..
datang bulan dan bintang menampakan keindahannya dengan kemilau cahaya tercipta
daun jatuh berguguran….,tepat ia jatuh pada air yang mengalir
menuju pada hatimu,
dimana ia bediam pada secangkir telaga cinta
cintamu..cintaku
menyatu menjadi satu
tak ada batas dan jarak
semuanya mencair,mengaliri rasamu rasaku
lalu kau dan aku,
menari diatas rembulan malam
hingga waktu subuh tiba.
lalu kita bersama merebahkan jiwamu..jiwaku
dan biarkan ia kembali pada Sang…
untuk terbangun pada hari cinta
lalu kau dan aku menari kembali,pada taman eden.
disana ruhmu dan ruhku..,berlabuh.
langitjiwa…..
17 April 2008 pada 15:26
wah… indahnya kata2 ini…
*belum terkena virus kang langit lagih*
hehehehe..nanti ah keblognya bunda mau paketin virus……
17 April 2008 pada 23:59
indahnya membayangkan puisi kang langit
hehehe..jadi malu euy. ( tutup muka..ah..)
18 April 2008 pada 01:06
[...] 3. Kang Langit [...]
18 April 2008 pada 08:19
amazing.!!!
kang langit ga ada abisnya deh..!!
kamu sobat yg membuat aku semangat menulis..
18 April 2008 pada 09:48
yup.. kang langit sangat produktif.. saya jadi iri kang, harus banyak blajar ke sampean…
apalagi kata-katanya.. luar biasa!
saya juga harus banyak belajar dari kang azax juga,dan dimana tulisanku masih banyak kekurangan disana sininya. walau bagaimanapun kang azax dan sobat2 yg lainnya, yang membuat sy ingin tetap menulis.
18 April 2008 pada 09:50
begini baru terasa..lihat padat dna rapat makna di awal2 barisan. tapi mengapa jadi kedodoran di tengah dan akhir. tapi bagus, diksi “langit” sudah tidak ada lagi. dipakai juga gpp, tapi coba cari yang lain…seep…
” kedodoran ditengah dan diakhirnya itu yg membuat ide lepas,dan memang terlalu maksa bila melaju dijalanan menanjak.”
“okay.!.coba nanti aku cari yang lain. makasih atas masukannya,aku sangat senang sekali.”
salamku,
langitjiwa……
18 April 2008 pada 10:39
amin , semoga eden itu milik kita semua ya
kangen ngasih komen di sini
buat azaxs , saya kok ngga bisa ninggalin komen di blognya ya
saya akan coba terus , doakan saya ya
amin,bang semoga milik kita bersama dgn org2 yg kita cintai. ya bang akan sy doakan selalu buat abang disana. bagaimana khbr keluarga disana,bang?
18 April 2008 pada 11:21
Oh langit…
mengapa kau begitu indah…
halah…ngga bisa2 juga bikinnya:))
oh..hafidzi,hehehehehe. pasti bisalah sobatku membuat kata menjadi indah…
bagaimana kbhr di al-azhar?
salamku,
langitjiwa….
18 April 2008 pada 18:03
selamat malam menjelang subuh hehehehe
mas, rahasianya apa sih kok bisa ngrangkai kata menjadi bait – bait indah kaya gitu ??? hmmm puisi yg indah
rahasianya aku senang menghayal kali yach…hahahaha. mas,bagaimana kbhr ditanah rantau kpn pulang kekampung halaman?
19 April 2008 pada 12:39
weksss Puitis amaT bro…
sekali KALI bikin PUISi buAT orang yang sedang GoyaH..N PATAH HATI kaya AKUW…hikzzz