Kepada 14 Juli

Posted in Sajak on 26 Juli 2010 by langitjiwa

Pada sajak ini,
suaraku terbata-bata teriring deru nafas yang tertatih-tatih,
inginkan segala rasa tersampai pada setiap kata yang terucap
untuk mengantar jiwamu tertidur
Pada sajak ini,
bertarung menenangkan lautan yang gelisah
menghantam bebatuan karang,memecah segala yang ada
Pada sajak ini
membangunkan waktu pagi,padamu
aku kirim seleret cahaya matahari
yang kucuri dari pucuk-pucuk pohon randu
dan bunga-bunga kapas lepas,terbang
menuju langit luas tak batas
Inilah cintaku,di setiap kelokan waktu
bait-bait sajakku tertulis untukmu

SETELAH ITU

Posted in Sajak on 10 Juli 2010 by langitjiwa

inilah kebisuan yang begitu pekat
sedangkan hati kita terus di penuhi
oleh kata-kata api dan gemercik air
yang menjadikannya panas dan dingin
setelah itu kita duduk membelakangi
sibuk menangkap rasa diri yang terbang jauh

Bono,7710

SEHABIS MAKAN MALAM

Posted in Sajak on 6 Juli 2010 by langitjiwa

berapa kalimat dalam hati yang terbaca;lalu
kita menuliskannya pada berlembar-lembar kertas,kini
apa yang hendak ditulis ketika kesadaran terbang melayang
tanda baca yang selalu menyelinap di antara huruf demi huruf
inikah,itukah,apalah,entallah…berputar selalu riuh bergemuruh pada kemauan.
Dan kita selalu saja mengeluh tentang musim yang panas
dan musim dingin yang membuat tulang-tulang kita bergemertak
waktu terus berlari cepat
di bawah rimbun cahaya dua lampu
yang bergelantungan di atas kepala
kita duduk saling berhadapan

bunyi tik tok jam dinding bergema
menyusur jauh ke dalam hati kita masing-masing
kita menghitung berapa jarak kesunyian
sambil memainkan sendok dan garpu
di atas piring yang retak

FIRASAT

Posted in Sajak on 1 Juli 2010 by langitjiwa

Telah hati-hati kucatat sebuah perjalanan menuju huma di atas bukit
Dedaunan terbang melayang di sapu gelombang udara yang memecah
di bawah cahaya matahari aku menanti bersama musim-musim berganti
Mata yang memerah dan tubuh yang bergoyang di padang ilalang

Tiba-tiba semua berguncang
Kaukah itu abigail? Memberi tanda sudah jauh dari titik berpijak
Selintas dua lintas tiga lintas empat lintas
enam lintas tujuh lintas bayang wajahmu menyelinap
di antara celah-celah batang bambu
Mataku sudah tak menangkap jelas bayang
wajahmu yang menarinari di cakrawala
Bola mataku telah terbakar cahaya matahari
luruh ke dalam semak belukar berduri

foto by.Ron Jones

PELUKKAN CINTA

Posted in Sajak on 28 Juni 2010 by langitjiwa

inilah api rasa yang berkobar-kobar
membakar padang ilalang dalam semesta diri
pergumulan keakuan dalam perang yang maha dahsyat
beribu anak panah melesat melintas cakrawala
derap kaki kuda-kuda hitam,membawa kesatria pada peperangan
merobek senja yang jingga serupa warna kulit dirimu yang terpanggang cahaya matahari.

inilah aku sang cinta
banyak aroma wangi bunga
dan juga bau anyir darah padaku
Aku datang merampas paksa
dan aku datang dengan kelembutan
ketika kau terjaga atau kau dalam melayang kesadaran
hingga kau membaui aroma wangi bunga yang berterbangan
atau bau amis darah yang mengalir dari celah hati yang terkoyak-koyak ketika terjatuh dari keagungan cinta.

kau hanya mendesah serupa desah ular pada dinding telinga hawa yang membuatnya mengelinjang dan terkulai dalam belitan yang lembut dan diam-diam membunuhnya.

Dan aku adalah rahasia yang hanya dapat kau rasa.
Merasa,merasai dan merasakan.
Dan pada akhirnya kau akan mati,mati dalam pelukkanku
karena aku adalah Sang cinta.Yang memelukmu

Bono. 28062010

TERBANG

Posted in Sajak on 13 Juni 2010 by langitjiwa

malam semakin merunduk
masih ada tersisa ruang di dalamnya
dan kau terus saja mengoceh tentang bulan yang sendiri di atas langit
dan bintang-bintang yang bersinar redup
jejemarimu mengenggam sebatang konte
menarik garis hingga tak berujung
serupa guratan-guratan pada kelopak mata
kelopak yang tergantung letih

pada saat ini aku akan menyentuh bulu-bulu matamu
agar bermekaran bunga-bunga di dalamnya dan jiwamu hidup
karena bila tiba pada waktunya
jiwamu akan menjadi lebih hidup dan bulu matamu mekar merekah
dan yang pasti itu bukan sentuhan dari jejemariku pada bulu-bulu mata dan jiwamu

Bono Village,13juni10

JUMPAKAU

Posted in Sajak on 12 Juni 2010 by langitjiwa

inilah lukisan yang hidup
Sketsa hitam putih di bola mata
berwarna dalam lembaran hati
terwujud di hadapanku
Dalam peluk erat,dan
terbingkai dalam senja yang maha lembut
di bawah langit kotamu

  • "Indonesians’
  • KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia
  • Moon light
  • Photobucket
  • emperansastracok
  • Counter Powered by  RedCounter
  • Site Meter
  • Powered by  MyPagerank.Net
    Google PageRank Info
    www.GealGeol.com
  • ">Page copy protected against web site content infringement by Copyscape
  • Arsip

  • ip-location
  • Photobucket
  • Pengarang

  • nasibmu..